Berakhirnya Orde Baru dan lahirnya reformasi


Pada tahun 1997, krisis ekonomi yang melanda Thailand, mulai berdampak pada perekonomian Indonesia. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mulai merosot hingga Rp 15.000/dollar. Harga-harga kemudian melambung tinggi, jumlah utang luar negeri mencapai 163 miliar dollar AS lebih, pengangguran dan kemiskinan penduduk meningkat tajam, banyaknya bank bermasalah, pertumbuhan ekonomi minus 20% – 30%, dan KKN dikalangan para pejabat Pemerintah menyebabkan krisis kepercayaan dari masyarakat. Kondisi krisis ekonomi dan krisis kepercayaan rakyat terhadap pemerintah ini kemudian mendorong ribuan mahasiswa turun ke jalan untuk berdemonstrasi. Tuntutan para mahasiswa adalah sebagai berikut.

  1. Pemerintah segera mengatasi krisis ekonomi.
  2. Menuntut dilaksanakannya reformasi di segala bidang.
  3. Menuntut dilaksanakannya sidang istimewa MPR.
  4. Meminta pertanggungjawaban presiden.

Pada 12 Mei 1998, terjadi Tragedi Trisakti, empat mahasiswa Universitas Trisakti tewas tertembak oleh aparat keamanan saat berdemonstrasi yang kemudian dikenal sebagai pahlawan reformasi. Keempat mahasiswa itu sebagai berikut:

Untuk mengetahui profil pahwalan reformasi, mari kita klik tombol kuning pada masing – masing gambar pahlawan reformasi di bawah ini.

Profil pahlawan reformasi

Tahukah kamu apa yang terjadi setelah penembakan keempat mahasiswa tersebut?apakah masiswa menjadi takut? peristiwa tersebut tidak membuat mahasiswa menjadi takut, malah sebaliknya membuat ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia berdemonstrasi di berbagai kampus di Jakarta. Puncaknya dari demonstrasi mahasiswa terjadi pada tanggal 19–21 Mei 1998 di depan Gedung DPR/MPR Jakarta. sampai tanggal 21 Mei 1998 di Istanah Merdeka Presiden Soeharto mundur dari jabatannya dan sekaligus pengambilan sumpah jabatan oleh BJ. Habibie sebagai presiden ke 3 Indonesia. Berikut pidato Pengunduran diri Presiden Soeharto

Presiden Soeharto mundur dari jabatannya dan sekaligus pengambilan sumpah jabatan oleh BJ. Habibie sebagai presiden ke 3 Indonesia

Kerusuhan besar pada 14 Mei 1998 tidak hanya terjadi di Jakarta tetapi merembet ke kota-kota yang lain, seperti Solo, Surabaya, Medan, Makassar dan Padang. Mahasiswa bersama-sama rakyat yang berdemonstrasi di jalan-jalan semakin gencar menuntut Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya. Bahkan, gedung DPR/ MPR pun diduduki oleh ribuan mahasiswa. Coba bayangkan bagaimana mencengkamnya saat itu! Semoga peristiwa tersebut menjadi pelajaran begi segenap masyarakat Indonesia dan dikemudian peristiwa serupa tidak pernah terulang lagi di negri Indonesia yang tercinta ini. Taukah kamu Peristiwa Reformasi mengutkan teori revulusi yang mengatakan bahwa perubahan cepat akan menimbulkan disintegrasi (kekaucauan) dalam masyarakat.