Kompetensi

Latihan

Tes


Tim


Dilihat: 35618
Diunduh: 1510

 

Akun atau Perkiraan

 

1. Pengertian Akun

Kegiatan usaha dalam suatu perusahaan setiap harinya terkadang sangat rumit dan kompleks ,baik yang terkait dengan transaksi maupun aktivitas lainnya, dan tentu jenis dan jumlahnya begitu banyak. Semakin besar suatu perusahaan maka akan semakin banyak pula dan beragam pula transaksi yang terjadi. Untuk itu supaya pencatatan setiap transaksi keuangan dapat dilakukan dengan mudah perlu dibukukan menurut jenis masing-masing. Misalnya setiap perusahaan menerima dan mengeluarkan uang diperlukan satu akun atau perkiraan yang disebut Kas.  Jadi apa yang dimaksud dengan akun atau perkiraan?

Akun atau perkiraan (Account) adalah suatu formulir yang digunakan sebagai tempat mencatat transaksi keuangan yang sejenis dan dapat merubah komposisi harta, kewajiban dan modal perusahaan. Berikut contohnya.


2.  Penggolongan Akun

 

Penggolongan akun atau perkiraan dapat dikelompokan dalam dua kelompok yaitu :

a.    Akun Riil

Akun riil sering dikenal juga akun neraca karena menunjukkan keadaan akun-akun yang ada di neraca, seperti harta, utang dan modal. Sepanjang perusahaan masih melakukan aktivitas usaha akun riil ini bersifat permanen karena berkelanjutan dari satu aperiode akuntansi ke periode berikutnya.

b.    Akun nominal

Akun nominal sering disebut juga dengan akun sementara karena sifatnya sementara yang artinya akun-akun ini hanya berlaku dalam satu periode akuntansi.

 Akun-akun yang digunakan dalam akuntansi digolongkan sebagai berikut :

a.    Aktiva atau Harta (Asset)

b.    Kewajiban atau Utang (Liabilities)

c.    Modal (Capital)

d.    Pendapatan (Income atau Revenue)

e.    Beban (Expense)



a.    Harta (Aktiva)

Harta adalah kekayaan yang berupa benda berwujud dan tidak berwujud, mempunyai nilai uang serta mendatangkan manfaat pada masa yang akan datang. Harta dikelompokan harta lancar dan harta tetap. Berikut penggolongan harta :

1)    Harta Lancar (Current Assets) adalah uang kas dan aktiva lain yang diharapkan dapat dicairkan menjadi uang kas atau dapat dijual dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Yang termasuk harta lancar adalah Kas, Surat berharga, wesel tagih, piutang usaha, persediaan barang dagang, beban-beban dibayar dimuka, pendapatan yang masih harus diterima, perlengkapan dan investasi jangka panjang.

2)   Harta Tetap (Fixed Assets) adalah kekayaan yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun sendiri. Harta tetap atau aktiva tetap terdiri dari harta atau aktiva tetap berwujud (tangible assets) dan harta atau aktiva tetap tidak berwujud (itangible assets). Yang termasuk aktiva tetap berwujud antara lain, peralatan, mesin, kendaraan, bangunan dan tanah. Sedangkan aktiva tidak berwujud misalnya, hak paten, hak cipta, goodwill, cap dan merek dagang, franchise dan lain-lain.

 

b.    Kewajiban atau Utang (Liabilities)

Kewajiban atau Utang (liabilities) adalah keharusan membayar kepada pihak lain dalam jangka waktu tertentu. Kewajiban atau utang dapat digolongkan sebagai berikut :

1)  Kewajiban atau Utang Lancar (Current Liabilities) adalah kewajiban yang akan segera dilakukan pembayarannya atau kurang dari satu tahun. Terdiri dari utang wesel, utang usaha, utang gaji, beban-beban yang masih harus dibayar, pendapatan diterima dimuka.

2)    Kewajiban atau Utang Jangka Panjang (Long Terms Liabilities) adalah kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu yang cukup lama atau lebih dari satu tahun, misal utang obligasi, utang hipotek, utang bank dan utang jangka panjang lainnya.

c.    Modal atau Ekuitas (Equity)

Modal adalah hak kekayaan pemilik atau kekayaan bersih. Di dalam neraca, modal sangat tergantung pada bentuk perusahaannya, seperti :

  • pada perusahaan perseorangan modalnya berbentuk modal pribadi
  • pada perusahaan persekutuan modal berbentuk modal sekutu atau persero
  • pada perseroan terbatas modal merupakan modal pemegang saham
  • pada koperasi modalnya dikenal dengan modal anggota berupa simpanan pokok dan simpanan wajib.                           

d.    Pendapatan (revenue)

Pendapatan adalah penambahan atas aktiva dan modal serta penurunan kewajiban suatu perusahaan sebagai akibat dari penjualan barang atau jasa, peminjaman uang serta aktivitas lainnya dalam satu periode. Penggolongan pendapatan dalam perusahaan adalah sebagai berikut:

1)       Pendapatan operasi adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan utama yang menjadi tujuan utama perusahaan. Misalnya, pendapatan jasa, dan penjualan barang dagang.   

2)       Pendapatan nonoperasi adalah pendapatan yang diperoleh selain dari kegiatan utama perusahaan, yan sifatnya tidak secara langsung. Misalnya pendapatan bunga, pendapatan deviden, pendapatan komisi, pendapatan sewa dan pendapatan lainnya.

e.    Beban (Expense)

Beban adalah pengorbanan yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh manfaat ekonomi di masa depan. Penggolongan beban sebagai berikut :

1)      Beban Usaha (operation expense) yaitu beban yang dikeluarkan untuk kegiatan utama perusahaan. Misalnya beban gaji, beban sewa, beban iklan, beban perlengkapan, beban asuransi

2)      Beban diluar usaha (other expense) yaitu beban yang dikeluarkan namun tidak berkaitan langsung dengan kegiatan utama perusahaan. Contohnya beban bunga.