Kompetensi

Latihan

Tes


Tim


Dilihat: 31854
Diunduh: 811

 

Daftar Saldo ( Neraca Saldo )

 

Pengertian Daftar Saldo

 

Pada tahap pencatatan, telah dibahas macam-macam sumber dan bukti pencatatan yang kemudian dicatat dalam buku jurnal baik dalam jurnal umum maupun jurnal khusus serta dilakukan posting (pemindahbukuan) ke buku besar. Tahap berikutnya adalah tahap pengikhtisaran yang diawali dengan penyusunan neraca saldo.

Bagian akhir dari tahap pencatatan adalah diperoleh hasil berupa saldo-saldo perkiraan (akun) pada buku besar. Saldo-saldo buku besar dikumpulkan dan disusun dalam suatu daftar yang disebut Daftar Saldo atau Neraca Saldo. Jadi Daftar Saldo atau Neraca Saldo adalah suatu daftar yang berisikan sisa atau saldo-saldo akun buku besar yang dicatat secara sistematis menurut nomor kode akun buku besarnya, disertai jumlah debet dan kredit akun yang bersangkutan. Daftar Saldo berfungsi sebagai alat pemeriksa terhadap kebenaran pencatatan dalam buku besar.

Penyusunan Daftar saldo bertujuan untuk memeriksa keseimbangan antara jumlah saldo debet dengan jumlah saldo kredit untuk masing-masing akun, dan dapat mengetahui terjadinya kesalahan serta sebagai awal pengikhtisaran dalam menyusun perhitungan laba rugi dan neraca.

Bentuk Daftar Saldo

          Adapun bentuk daftar saldo atau neraca saldo dapat disajikan sebagai berikut :

 

Langkah-Langkah Penyusunan Daftar Saldo Akun Buku Besar       

 

Daftar saldo diatas disusun dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Tuliskan Nama perusahaan, Daftar Saldo dan Periode pembukuan
  2. Kolom Nomor Akun disi dengan nomor kode akun masing-masing yang ada di buku besar.
  3. Kolom Nama Akun diisi dengan nama akun yang bersangkutan sesuai dengan kode akunnya yang ada di buku besar.
  4. Kolom Debet dan Kredit disi dengan saldo dari akun buku besar yang bersangkutan.

Sebagai ilustrasi cara penyusunan Daftar Saldo atau Neraca Saldo

Kesalahan dalam pembuatan Daftar Saldo atau Neraca Saldo

1.   Kesalahan yang tidak mengganggu keseimbangan neraca saldo, misalnya transaksi tidak dicatat atau lupa dicatat dalam jurnal maupun buku besar, transaksi salah catat debet atau kredit atau ke akun lain.

2.    Kesalahan yang mengakibatkan neraca saldo tidak seimbang, misalnya kesalahan dalam penjumlahan saldo dari masing-masing akun dan kesalahan memindahkan saldo akun ke neraca saldo.