Fisika

Gravitasi Newton


Pendahuluan

Indikator

Gaya Gravitasi

Kuat Medan Gravitasi

Hukum Kepler

Latihan

Tes

Daftar Pustaka

Tim

Kurikulum 2013


Dilihat: 2972
Diunduh: 975

Hukum Kepler


Pada materi 3 ini kamu akan mempelajari konsep dari Hukum Keppler.
Dalam Fisika, gaya yang berperan penting menjaga keteraturan gerak planet-planet dan interaksi antarbenda ini disebut gaya gravitasi. Gaya gravitasi ini sangat sulit diamati, jika massa objek pengamatannya jauh lebih kecil daripada massa planet-planet.
Hukum gravitasi umum Newton dapat menjelaskan dengan sangat teliti gerak planet-planet mengelilingi matahari, benda-benda di luar angkasa tetap berada pada lintasannya karena adanya gaya yang disebut gaya gravitasi. Gaya gravitasi inilah yang disebut gaya tak sentuh, dan telah ditetapkan oleh penemuan Isaac Newton. Hukum Kepler ditemukan oleh seorang matematikawan yang juga merupakan seorang astronom Jerman yang bernama Johannes Kepler(1571-1630). Penemuannya didasari oleh data yang diamati oleh Tycho Brahe(1546-1601), seorang astronom terkenal dari Denmark.

Ilustrasi Johannes Kepler dan Lintasan Planet

Johannes Kepler adalah seorang pakar matematika dan astronomi yang berasal dari Jerman. Berkat kesungguhannya dalam melakukan penelitian, ia berhasil menemukan Hukum Kepler mengenai bentuk lintasan atau orbit planet-planet. Sumber: Jendela Iptek, 1997.

Hukum I Kepler

“Setiap planet bergerak mengelilingi matahari dalam lintasan berbentuk elips dan matahari terletak pada salah satu titik fokus elips.”

Perhatikan animasi berikut:

Berdasarkan hukum ini, suatu planet pada saat tertentu berada pada jarak terdekat dengan matahari disebut perihelium. Sementara jarak terjauh dari matahari, disebut aphelium.

Hukum II Kepler

“Setiap planet bergerak sedemikian sehingga suatu garis khayal yang ditarik dari matahari ke planet tersebut mencakup daerah dengan luas yang sama dalam waktu yang sama.”

Perhatikan animasi berikut:

Pada kedua luasan ini mempunyai luas yang sama. Pada selang waktu yang sama, garis khayal yang menghubungkan planet dan matahari menyapu luasan yang memiliki besar yang sama. Oleh karena itu, ketika planet bergerak dari b ke c (titik aphelium), kecepatan orbit planet lebih kecil atau lambat. Sedangkan ketika planet bergerak dari d ke e (titik perihelium) kecepatan orbit planet lebih besar atau cepat. Maka kesimpulannya keceptan orbit maksimum planet yaitu ketika planet berada di titik perihelium dan kecepatan minimumnya ketika berada di titik aphelium.

Hukum III Kepler

Pada hukum ini Kepler menjelaskan tentang periode revolusi setiap planet yang mengelilingi matahari. Hukum Kepler III berbunyi :

“Kuadrat periode planet mengitari matahari sebanding dengan pangkat tiga rata-rata planet dari matahari.”

Secara matematis, dituliskan:

dengan:

T = periode planet mengelilingi Matahari, dan
r = jarak rata-rata planet terhadap Matahari.

Contoh Soal:

Dua planet A dan B mengorbit matahari. Perbandingan antara jarak planet A dengan planet B ke matahari RA : RB = 1 : 4. Apabila periode planet A mengelilingi matahari adalah 88 hari, maka periode planet B adalah...

Klik untuk melihat pembahasan contoh soal

Diketahui:
RA : RB = 1 : 4
TA = 88 hari

Ditanya:
TB = ...

Jawab:

TB = 88 . 8 = 704 hari