Pendahuluan

Kuis

Referensi

Tim


Dilihat: 6933
Diunduh: 1058

 

Uraian

 

Kalian pasti pernah pergi ke POM bensin kan? Atau memasak dengan menggunakan bahan bakar gas LPG (Liquid Petroleum Gas)?

 

Nah semua salah satu manfaat hidrokarbon adalah sebagai bahan bakar. Bensin dan gas LPG merupakan contoh senyawa hidrokarbon.

 

 

Gambar 8. Gas LPG dan Bensin merupakan contoh senyawa hidrokarbon

Hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana yaitu senyawa-senyawa yang hanya mengandung karbon dan hidrogen. Namun, hidrokarbon merupakan suatu kelompok senyawa yang besar. Penggolongan hidrokarbon pada umumnya berdasarkan bentuk ikatan dan jenis ikatannya.

 

Berdasarkan bentuk rantai karbonnya, hidrokabon digolongkan ke dalam hidrokarbon alifatik, alisiklik, dan aromatik. Hidrokarbon alifatik adalah hidrokarbon rantai terbuka, sedangkan hidrokarbon alisiklik dan aromatik adalah hidrokarbon rantai lingkar (cincin). (Untuk senyawa alisiklik dan aromatik akan kalian pelajari di kelas XII). Beberapa contoh senyawa alifatik, alisiklik dan aromatik diberikan pada Gambar 9.

 

Gambar 9. Contoh senyawa alifatik, alisiklik dan aromatik

 

Alkana merupakan kelompok hidrokarbon yang mengandung ikatan C-H dan ikatan C-C secara kovalen. Ingat lagi ya apa yang dimaksud dengan ikatan kovalen!!!

 

Semua ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal sehingga termasuk ke dalam hidrokarbon jenuh. Senyawa-senyawa alkana tergolong dalam satu deret homolog, yaitu suatu kelompok senyawa yang memiliki rumus umum sama dan kemiripan sifat. Pada Tabel 2 diberikan deret homolog senyawa alkana dengan jumlah atom C1 sampai dengan C10.

 

Tabel 2. Deret Homolog Senyawa Alkana dengan Jumlah Atom C1 Sampai dengan C10

 

Perhatikan perubahan rumus molekul dari metana ke etana, dapatkah kalian menghitung berapa perbedaan jumlah atom C dan H nya?

 

Betul sekali dari metana ke etana mempunyai perbedaan sebanyak "–CH2–". Deret senyawa karbon dengan gugus fungsi sama dengan selisih sama yaitu –CH2– dapat disebut deret homolog. Berdasarkan deret homolog tersebut, rumus molekul alkana dapat ditentukan dengan menggunakan rumus umum:

 

 

TATA NAMA ALKANA

Mengapa setiap orang harus punya nama???

 

Ya, salah satunya adalah agar mudah dipanggil, bayangkan dunia tanpa nama, wah pasti repot ya, jika ingin memanggil seseorang. Alkana juga punya nama loh… Karena alkana dapat membentuk rantai yang sangat panjang dan beragam, maka untuk menyebut nama senyawanya diperlukan suatu aturan penamaan, dan aturan ini diberikan oleh IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry).

 

Coba perhatikan lagi tabel 2!!!

Rumus molekul dan nama alkana rantai lurus dengan jumlah atom karbon 1 hingga 10 sudah diberikan pada Tabel 2. Pada alkana bercabang, penamaan senyawanya telah diatur oleh IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Nama resmi yang diturunkan dengan menggunakan aturan ini disebut nama IUPAC. Sedangkan nama yang sudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam dunia perdagangan disebut nama trivial.

 

Aturan-aturan penamaan alkana bercabang adalah sebagai berikut:

  1. Urutan penulisan nama alkana bercabang yaitu nomor cabang-nama cabang disambung dengan nama rantai induk.
  2. Pemilihan rantai induk, yaitu rantai yang terpanjang. Bila terdapat dua atau lebih rantai terpanjang (sama panjang), maka yang dipilih adalah yang mempunyai cabang terbanyak.
  3. Rantai induk diberi nama alkana rantai lurus sesuai dengan jumlah atom C (lihat Tabel 1).
  4. Penomoran rantai induk. Atom karbon pada rantai induk diberi nomor yang dimulai dari salah satu ujung yang paling dekat dengan cabang.
  5. Menentukan nomor cabang dan nama cabang. Nomor cabang ditentukan dari posisi cabang, pada atom karbon nomor berapa cabang itu terletak. Nama cabang ditentukan sesuai jumlah atom karbon pada masing-masing cabang, seperti penamaan rantai induk namun akhiran –ana diganti dengan akhiran –il (alkil).
  6. Jika terdapat dua atau lebih cabang sejenis, dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, dan seterusnya.
  7. Cabang-cabang yang berbeda disusun sesuai urutan abjad nama cabang tersebut. Awalan seperti di-, tri-, n-, sek-, dan lain-lain diabaikan dan tidak mengubah urutan cabang, kecuali iso-. Untuk awalan normal, sekunder, dan tersier harus ditulis miring.

 

Beberapa contoh penamaan pada senyawa alkana:

 

 

 

Mau coba memberikan nama pada Alkana ???

Silahkan Coba Simulasi Tata Nama Alkana ya….

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player