Kompetensi

Latihan

Tes


Tim


Dilihat: 52971
Diunduh: 991

 

Jenis-Jenis Jurnal Khusus

 

Agar pencatatan untuk transaksi yang sering terjadi dan berulang-ulang menjadi efektif, biasanya perusahaan tidak lagi mencatatkan pada jurnal umum melainkan menggunakan jurnal khusus. Adapun jenis-jenis jurnal khusus adalah sebagai berikut :

  1. Jurnal Penjualan (Sales Journal)
  2. Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
  3. Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)
  4. Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)

Dari keempat jurnal tersebut, apabila ada transaksi yang tidak bisa dicatat pada jurnal khusus, maka
transaksi-transaksi tersebut dicatatkan pada jurnal umum. Baiknya ikuti penjelasan berikut ini :

1. Jurnal Penjualan (Sales Journal)
Jurnal Penjualan adalah jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan barang dagang secara kredit. Dengan demikian bila perusahaan menjual barang dagang secara kredit maka pencatatan transaksinya dilakukan pada jurnal penjualan.

Berikut ini bentuk Jurnal Penjualan :

Keterangan :

    1. Catatlah tanggal transaksi
    2. Catatlah nama debitur atau keterangan lainnya.
    3. Berilah tanda Check (V) yang menandakan bahwa transaksi dalam jurnal tersebut telah dipindahbukukan ke buku besar pembantu.
    4. Catatkan syarat pembayaran.
    5. Catatlah jumlah transaksi sebagai Penjualan dan Piutang Dagang

Perhatikan contoh transaksi dan pencatatannya berikut ini :

    • 2 Januari 2009 Dijual barang dagang pada Toko Andi Lampung Rp. 2.000.000,00 syarat 2/5,n/30.
    • 2 Januari 2009 Dijual pada CV RIAN Lampung barang dagang Rp.3.000.000,00 secara kredit.
    • 5 Januari 2009 Dijual barang dagang pada PD Surya Lampung Rp.4.500.000,00 syarat 3/10,n/30

Jurnal Penjualan

Catatan : hanya transaksi penjualan barang dagang secara kredit yang dicatat dalam jurnal penjualan.

2. Jurnal Pembelian.
Jurnal pembelian digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang secara kredit. Perlu dijelaskan lebih lanjut apabila perusahaan dalam melakukan pembelian berupa barang-barang lain (selain barang dagang) dan jarang dilakukan maka pembuatan jurnal pembelian ini hanya khusus digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagang secara kredit saja. Namun apabila selain pembelian barang dagang, perusahaan juga sering membeli barang lain secara kredit, maka pembuatan jurnal pembelian ini sebaiknya juga untuk mencatat seluruh pembelian barang dagang dan barang lainnya secara kredit.

Berikut ini bentuk Jurnal Pembelian, Jurnal pembelian ini berbentuk skontro hanya untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit :

Keterangan :

    1. Catatlah tanggal transaksi
    2. Catatlah nama kreditur atau keterangan lainnya.
    3. Berilah tanda Check (V) yang menandakan bahwa transaksi dalam jurnal tersebut telah dipindahbukukan ke buku besar pembantu.
    4. Catatkan syarat pembayaran.
    5. Catatlah jumlah transaksi sebagai Pembelian dan Utang Dagang

Jurnal pembelian ini berbentuk stafel dapat digunakan untuk mencatat pembelian barang dagang dan barang lainnya secara kredit :

Keterangan :

    1. Catatlah tanggal transaksi
    2. Catatlah nama kreditur atau keterangan lainnya.
    3. Berilah tanda Check (V) yang menandakan bahwa transaksi dalam jurnal tersebut telah dipindahbukukan ke buku besar pembantu.
    4. Catatkan syarat pembayaran.
    5. Catatlah jumlah transaksi pembelian barang dagang secara kredit
    6. Catatkan nama akun, seperti perlengkapan, peralatan yang dibeli secara kredit
    7. catatkan kode akunnya
    8. Catatlah jumlah transaksi pembelian barang lain tersebut
    9. Catatlah jumlah transaksi pembelian barang masing-masing sebagai Utang Dagang

Untuk memberi gambaran tentang jurnal pembelian, perhatikan contoh transaksi dan cara pencatatannya berikut ini :

    • 2 Januari 2009 dibeli barang dagang dari PT Mester Jakarta Rp. 4.000.000,00 syarat 2/10,n/30
    • 5 Januari 2009 dibeli barang dari PD Doni Rp. 2.000.000,00 secara tunai dan dari CV ARagil Jakarta Rp. 3.000.000,00 syarat 2/5 n/30
    • 7 Januari 2009 dibeli barang dagang dari PT Atlantis Indonesia Rp. 5.000.000,00 syarat 10/5,n/30
    • 10 Januari 2009 dibeli perlengkapan kantor Rp.570.000,00 dan peralatan kantor Rp. 1.250.000,00 secara kredit dari Toko Lincah.
    • 12 Januari 2009 Dibeli barang dagang dari PT Beyond Jakarta Rp. 2.500.000,00 tunai. 20 Dibeli barang dagang dari PT Mester Jakarta Rp. 3.500.000,00 dngan syarat 2/10,n/30
    • 22 Januari 2009 barang dagangan senilai Rp.350.000,00 dikembalikan kepada PT Mester Jakarta karena rusak.

Untuk dapat membandingkan pencatatan transaksi tersebut, berikut jurnal pembelian model pertama (skontro).

Jurnal Pembelian

Catatan : seperti diutarakan diatas bahwa apabila jurnal pembelian tersebut hanya digunakan untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit, maka pembelian barang lainnya yang dilakukan secara kredit dicatatkan pada jurnal umum. Sedangkan pembelian secara tunai dicatatkan pada jurnal pengeluaran kas.

Perhatikan pula contoh pencatatan jurnal pembelian model kedua (Stafel) berikut ini:

Jurnal Pembelian

Coba perhatikan perbedaan jurnal pembelian tersebut.

3. Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal Penerimaan Kas adalah jurnal yang dibuat atau digunakan utnuk mencatat semua transaksi penerimaan uang tunai atau kas. Apabila ingin membuat jurnal penerimaan kas, tentu kita harus melakukan inventarisasi transaksi-transaksi yang dapat dicatat dalam jurnal penerimaan kas. Adapun t?ransaksi-transaksi yang dapat dicatat pada jurnal penerimaan kas adalah:

    1. Penjualan barang dagan secara tunai
    2. Penerimaan pembayaran piutang
    3. Penerimaan pinjaman atau utang dari bank berupa uang tunai
    4. Penerimaan tambahan modal secara tunai
    5. Penerimaan pendapatan lain seperti pendapatan bunga, pendapatan komisi secara tunai.

Berikut bentuk Jurnal Penerimaan Kas.

Keterangan :

    1. kolom tanggal diisi dengan tanggal transaksi penerimaan kas
    2. kolom keterangan diisi dengan keterangan seperlunya seperti penjualan tunai, nama debitur dll
    3. kolom ref diisi dengan tanda cek jika sudah dipindah bukukan pada buku besar pembantu
    4. kolom Kas (D) diisi dengan nilai kas yang diterima
    5. kolom potongan penjualan (D) diisi dengan nilai potongan penjualan yang diberikan.
    6. kolom piutang dagang disi (K) dengan besarnya piutang dagang yang diterima pembayarannya
    7. kolom penjualan diisi dengan nilai penjualan barang dagang secara tunai
    8. kolom akun diisi dengan nama akun,yang tidak memiliki kolom tersendiri
    9. kolom ref disi dengan kode akun
    10. kolom jumlah disi dengan nilai transaksi dari akun pada kolom serba-serbi

Berikut contoh transaksi dan pencatatan transaksi pada jurnal penerimaan kas.

    • 7 Januari 2009 Diterima pelunasan transaksi tanggal 2 Januari 2009 dari Toko Andi Lampung Rp. 2.000.000,00 syarat 2/5,n/30.
    • 10 Januari 2009 dijual tunai barang dagang sebesar Rp. 750.000,00
      15 Januari 2009 Diterima pelunasan dari CV RIAN Lampung atas transaksi tanggal 2 Januari 2009 3.000.000,00
    • 15 Januari 2009 menerima pembayaran dari PD Surya Lampung atas transaksi tanggal 5 Januari 2009 sebesar Rp.4.500.000,00 syarat 3/10,n/320 Januari 2009 Dijual tunai barang dagang senilai Rp. 500.000,00
    • 25 Januari 2009 Dijual tunia barang dagang pada Bpk. Agus senilai Rp. 400.000,00
    • 28 Januari 2009 Diterima pendapatan komisi sebesar Rp. 300.000,00

Transaksi diatas akan dicatat pada jurnal penerimaan kas

4. Jurnal Pengeluaran Kas
Jurnal Pengeluaran Kas adalah jurnal yang dibuat untuk mencatat semua transaksi pengeluaran uang tunai atau kas. Untuk membuat jurnal pengeluaran kas, kita harus melakukan inventarisasi transaksi-transaksi yang dapat dicatat dalam jurnal pengeluaran kas. Adapun transaksi-transaksi yang dapat dicatat pada jurnal pengeluaran kas adalah:

    1. Pembelian barang dagang secara tunai.
    2. Pembelian barang lainnya, seperti perlengkapan, peralatan dll secara tunai.
    3. Pembayaran beban-beban.
    4. Pembayaran utang.
    5. Pengambilan uang untukkeperluan pribadi (prive)
    6. Pengeluaran tunai lainnya.

Bentuk Jurnal Pengeluaran Kas adalah sebagai berikut :

Keterangan :

    1. kolom tanggal diisi dengan tanggal transaksi pengeluaran kas
    2. kolom keterangan diisi dengan keterangan seperlunya seperti pembelian tunai, nama kreditur, pembayaran beban dll
    3. kolom ref diisi dengan tanda cek jika sudah dipindah bukukan pada buku besar pembantu
    4. kolom utang dagang disi dengan besarnya utang dagang yang dibayar.
    5. kolom pembelian diisi dengan nilai pembelian barang dagang secara tunai
    6. kolom akun diisi dengan nama akun,yang tidak memiliki kolom tersendiri
    7. kolom ref disi dengan kode akun
    8. kolom jumlah disi dengan nilai transaksi dari akun pada kolom serba-serbi. 
    9. kolom Kas diisi dengan nilai kas yang dikeluaran 
    10. kolom potongan pembelian diisi dengan nilai potongan pembelian yang diterimakan.

Berikut contoh transaksi dan pencatatan transaksi pada jurnal pengeluaran kas:

    • 12 Januari 2009 dibayar utang pada PT Mester Jakarta Rp. 4.000.000,00 atas transaksi tanggal 2 Januari 2009 syarat 2/10,n/30
    • 12 Januari 2009 Dibeli barang dagang dari PT Beyond Jakarta Rp. 2.500.000,00 tunai.
    • 13 Januari 2009 dilunasi utang pada CV ARagil Jakarta Rp. 3.000.000,00 syarat 2/5 n/30 atas transaksi tanggal 5 Januari 2009
    • 17 Januari 2009 diserahkan cek untuk pelunasan pada PT Atlantis Indonesia Rp. 5.000.000,00 syarat 10/5,n/30
    • 20 Januari 2009 dibayar utang Rp. 2.820.000,00 kepada Toko Lincah.
    • 30 Januari 2009 Dibeli barang dagang dari PT Mester Jakarta Rp. 3.500.000,00 secara tunai

Dari transaksi tersebut, maka pencatatan dalam jurnal pengeluaran kas adalah :