IPS Terpadu > Kelas VII/1

Konektivitas Antar Ruang dan Waktu


Pendahuluan

Indikator

Pengertian ruang dan interaksi antar ruang

Konektivitas antar ruang dan waktu

Latihan

Simulasi

Tes

Daftar Pustaka

Tim

Kurikulum 2013


Dilihat: 5638
Diunduh: 0

Konektifitas Antar Ruang dan Waktu


Setiap ruang di permukaan bumi memiliki karateristik atau ciri khas tertentu. Karateristik inilah yang kemudian menciptakan keterkaitan antar ruang di permukaan bumi. Selain contoh interaksi antar ruang seperti yang telah disampaikan, berikut ini contoh lain dari keterkaitan antar ruang tersebut.

Penebangan hutan dapat mengakibatkan tanah longsor, orang yang melakukan penebangan hutan di lereng gunung menyebabkan tanah longsor dan menimpa lereng bagian lain yaitu bagian bawahnya.

Penebangan Hutan Mengakibatkan Longsor

Contoh berikutnya dari keterkaitan antar ruang kita saksikan pada tayangan video berikut ini

Peristiwa  banjir di Jakarta terjadi karena curah hujan yang tinggi di daerah Bogor. Air hujan yang jatuh di daerah Bogor masuk ke sungai dan meluap, lalu mengalir ke daerah yang lebih rendah diantaranya di dataran rendah kota Jakarta. Akibatnya, Jakarta terkena  banjir yang airnya sebagian berasal dari daerah Bogor.

Contoh tersebut menunjukkan adanya keterkaitan peristiwa dan gejala antar-ruang yaitu Bogor dengan Jakarta. Suatu gejala atau peristiwa pada suatu ruang tidak berdiri sendiri, tetapi akan terkait dengan gejala atau peristiwa pada ruang lainnya.

Interaksi antar ruang dapat berupa pergerakan orang, barang, informasi dari daerah asal menuju daerah tujuan. Menurut Bintarto (1987) interaksi merupakan suatu proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap tingkah laku, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung. Interaksi melalui kontak langsung terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan. Interaksi tidak langsung terjadi melalui berbagai cara misalnya dengan membaca berita, melihat tayangan di televisi dan lain-lain. Interaksi dapat terjadi dalam bentuk perjalanan menuju tempat kerja, migrasi, perjalanan wisata, pemanfaatan fasilitas umum, pengiriman informasi atau modal, perdagangan internasional, dan lain-lain. Interaksi dalam bentuk pergerakan manusia disebut mobilitas penduduk, interaksi melalui perpindahan gagasan dan informasi disebut komunikasi, sedangkan interaksi melalui perpindahan barang atau energi disebut transportasi. Interaksi tersebut terjadi jika ongkos untuk melakukan interaksi antar daerah asal dan tujuan lebih rendah dari keuntungan yang diperoleh. Contohnya, seorang yang pergi tempat kerja karena penghasilannya mampu menutupi ongkos yang dikeluarkannya.

Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan yaitu saling melengkapi (complementarity), kesempatan antara (intervening opportunity) dan keadaan dapat diserahkan/dipindahkan (transferability)

  1. Saling Melengkapi (complementarity atau Regional Complementary)
  2. Kondisi saling melengkapi terjadi jika ada wilayah-wilayah yang berbeda komoditas yang dihasilkannya. Misalnya, wilayah A merupakan penghasil sayuran, sedangkan wilayah B merupakan penghasil ikan. Wilayah A membutuhkan ikan, sedangkan wilayah B membutuhkan sayuran. Jika masing-masing memiliki kelebihan (surplus), maka wilayah A melakukan interaksi dengan wilayah B melalui aktivitas perdagangan atau jual beli.

  3. Kesempatan Antara (Intervening Opportunity)
  4. Kesempatan antara merupakan suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut.

    Contohnya,
    Wilayah A biasanya membeli ikan ke wilayah B, namun kemudian diketahui ada wilayah C yang juga penghasil ikan. Karena Wilayah C jaraknya lebih dekat dan ongkos transportasinya lebih murah, para pembeli ikan dari wilayah A akan beralih membeli ikan ke wilayah C. Akibatnya, interaksi antara wilayah A dengan B melemah.

  5. Kemudahan Transfer (Transfer Ability)
  6. Pengangkutan barang dan pengangkutan orang memerlukan biaya. Biaya untuk terjadinya interaksi tersebut harus lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Jika biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi. Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang menghubungkan daerah asal dan tujuan. Jalan yang rusak dan sulit untuk dicapai akan mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi karena biaya untuk mencapainya juga akan lebih mahal. Sebagai contoh, seseorang akan menjual sayuran dari wilayah A ke wilayah B, namun jalan menuju wilayah B mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui. Akibatnya, orang tersebut tidak jadi menjual sayuran ke wilayah B

    Selain terikat oleh  ruang, suatu gejala atau peristiwa juga terikat oleh  waktu. Dalam sejarah, konsep waktu sangat penting untuk mengetahui peristiwa masa lalu dan perkembangannya hingga saat ini. Konsep waktu dalam sejarah mempunyai arti masa atau periode berlangsungnya perjalanan kisah kehidupan manusia. Waktu dapat dibagi menjadi tiga, yaitu waktu lampau, waktu sekarang, dan waktu yang akan datang.

    Semua peristiwa yang terjadi tentunya akan selalu dikaitkan dengan ruang dan waktu.

    misalnya:
    Proklamasi kemerdekaan Indonesia terjadi di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.
    Dena lahir di Papua pada tanggal 26 Agustus tahun 1990