Pendahuluan

Kuis

Referensi

Tim


Dilihat: 1708
Diunduh: 355

 

Uraian

 

    1. Jenis Koperasi

  1. Koperasi Konsumen
  2. Koperasi komsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen dengan menjalankan kegiatannya jual beli menjual barang konsumsi. Kegiatan utama koperasi ini adalah membeli barang atau jasa. Koperasi komsumen menjembatani produsen dengan konsumen yang membutuhkan barang-barang atau jasa, atau bisa dibilang koperasi ini bisa disebut Perantara antara produsen dan konsumen.

     

    Koperasi guru karyawan

    Tujuannya adalah untuk memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi anggotanya dengan cara mengadakan barang atau jasa yang murah, berkualitas, dan mudah didapat. Sewaktu era orde baru ada pembedaan nama untuk koperasi yang usahanya lebih dari satu jenis. Kebijakan ini dimaksudkan agar mempermudah dalam hal pembinaan, yaitu antara koperasi yang dikhususkan tumbuh di desa-desa dan perkotaan. Untuk perkotaan, namanya KSU alias Koperasi Serba Usaha dan KUD untuk di pedesaan.

     

    Contoh-contoh koperasi konsumen adalah kopkar/kopeg, koperasi guru dan karyawan, koperasi karyawan, dan Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat).

     

  3. Koperasi Produsen
  4. Koperasi yang beranggotakan para pengusaha kecil (UMKM = Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya. Misalnya koperasi perajin tahu dan tempe (Kopti) dan koperasi pengrajin barang-barang seni/kerajinan (koprinka). Contohnya adalah Kopti Jakarta Selatan dan Koperasi Pengrajin Kulit Ular.

     

    Koperasi Pengrajin Kulit Ular

    Tujuannya koperasi produsen yaitu memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara menekan biaya produksi serendah-rendahnya dan menjual produk dengan harga setinggi-tingginya. Untuk itu, pelayanan koperasi yang dapat digunakan oleh anggota adalah pengadaan bahan baku dan pemasaran produk anggotanya.

     

  5. Koperasi Jasa
  6. Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.

    Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha (single purpose cooperative), sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha. Contoh koperasi jasa angkutan yang anggotanya para pemilik angkutan, yaitu Koperasi Wahana Kalpika (KWK), Kowanbisata, Kopaja (di Jakarta), Koperasi Angkutan Bekasi (Koasi).

     

  7. Koperasi Simpan Pinjam
  8. Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang menabung (menyimpan) akan mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam dikenakan jasa. Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan melalui rapat anggota. Dari sinilah, kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota. Contoh koperasi simpan pinjam adalah KSP Usaha Mandiri, KSP Kodanua, dan KSP Kowika Jaya, Jakarta.

     

    KSP Usaha Mandiri

  9. Koperasi Sekolah
  10. Koperasi sekolah merupakan koperasi yang berada di lingkungan sekolah, antara lain sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sekolah yang sederajat. Anggota koperasi sekolah ialah seluruh siswa sekolah yang bersangkutan. Koperasi sekolah tidak disahkan sebagai badan hukum dan statusnya hanya koperasi tercatat.

     

    Contoh bentuk koperasi sekolah MAN Cilamaya

    Adapun tujuan didirikannya koperasi sekolah adalah :

    1. menanamkan dan mendidik kesadaran hidup gotong royong para siswa,
    2. menanamkan sejak dini rasa setia kawan di antara para siswa,
    3. mendidik para siswa agar menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masayarakat,
    4. mendorong program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasian melalui program pendidikan koperasi sekolah, dan
    5. menunjang pendidikan sekolah ke arah kegiatan-kegiatan atau praktis yang dapat memenuhi kebutuhan para siswa.

    Usaha yang dijalankan oleh Koperasi Sekolah harus menunjang kebutuhan para siswa itu sendiri. Koperasi sekolah termasuk jenis koperasi serba usaha. Dikatakan koperasi serba usaha karena mengusahakan berbagai macam kebutuhan para siswa. Selain itu koperasi sekolah dapat digunakan sebagai sarana para siswa untuk latihan menabung, serta sebagai alat pendidikan yaitu tempat belajar dan latihan berkoperasi.

     

    Usaha kegiatan koperasi sekolah

    Adapun barang barang yang diusahakan dalam koperasi sekolah adalah :

    1. untuk unit usaha pertokoan, jenis barang yang diusahakan adalah alat tulis, buku pelajaran, alat-alat untuk pelajaran praktik, seragam sekolah, seragam pramuka, seragam olahraga, dan lain-lain.
    2. untuk unit usaha jasa, jenis jasa yang disediakan adalah jasa simpan pinjam, jasa fotocopy, jasa wartel, jasa internet, jasa pengetikan manual atau komputer, dan lain-lain.
    3. untuk unit usaha kantin, jenis barang yang diusahakan antara lain makanan dan minuman yang dibutuhkan para siswa.

 

    2. Peran Koperasi

Peran koperasi Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya; Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

 

  1. Peran Koperasi dalam Ekonomi Kerakyatan
    Ekonomi Kerakyatan adalah merupakan sebuah sistem perekonomian yang ditujukan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat di bidang ekonomi. Ekonomi Kerakyatan memiliki prinsip bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, selain itu ekonomi kerakyatan juga menginginkan kemakmuran rakyat. Prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan itu seluruhnya terkandung dalam Koperasi.

     

    Ekonomi Kerakyatan

    Dalam konteks ekonomi kerakyatakan atau demokrasi ekonomi, kegiatan produksi dan konsumsi dilakukan oleh semua warga masyarakat dan untuk warga masyarakat, sedangkan pengelolaannya di bawah pimpinan dan pengawasan anggota masyarakat sendiri.
    Prinsip demokrasi ekonomi tersebut hanya dapat diimplementasikan dalam wadah koperasi yang berasaskan kekeluargaan. Hal ini menunjukan bahwa Koperasi memiliki peranan dalam Ekonomi Keakyatan karena Koperasi merupakan bentuk perusahan, satu-satunya bentuk perusahaan yang sesuai dengan Ekonomi Kerakyatan.
  2. Peran Koperasi Bagi Usaha Kecil Dan Usaha Menengah
    Sejak era orde baru masalah kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan penguasaan asset nasional merupakan masalah pelik yang menjadi kendala dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya nasional.Kondisi ini menjadi indikator bahwa masyarakat banyak belum berperan sebagai subyek dalam pembangunan. Menjadikan rakyat sebagai subyek pembangunan adalah memberikan hak-haknya untuk berpartisipasi dalam pembentukan dan pembangian produksi nasional. Untuk sampai pada tujuan tersebut, rakyat perlu dibekali modal material dan mental. Indikator ini juga telah menginspirasikan perlunya pemberdayaaan ekonomi rakyat yang kemudian berkembang menjadi isu untuk membangun sistem perekonomian yang bercorak kerakyatan.

     

    Koperasi berperan mengembangkan usaha kecil dan menengah

    Berbagai pendapat dan harapan terus berkembang seiring dengan berjalannya era reformasi, namun demikian usaha untuk menggerakan ekonomi rakyat yang terutama bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran belum juga dapat terwujud. Melalui koperasi yang berasas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi, harapan untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah dapat terwujud.
  3. Peran dan fungsi koperasi menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992
    Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi sebagai berikut:
    1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
    2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
    3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
    4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
    5. Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar bangsa.
  4. Peran koperasi menurut Undang-Undang Republik Indonesia no. 17 tahun 2012.
    Peran koperasi adalah sebagai berikut:
    1. Koperasi memiliki peran strategisdalam tata ekonomi nasional berdasarkan azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi dalam rangka menciptakan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan pancasila dan UUD RI Tahun 1945.
    2. Koperasi mendapat misi untuk berperan nyata dalam menyusun perekonomian yang berdasar atas asaskekeluargaan dan demokrasi ekonomi yang mengutamakan kemakmuran masyarakat bukan kemakmuran individu.
    3. Koperasi berusaha mengembangkan dan memberdayakan diri agar tumbuh menjadi kuat dan mandiri sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
    4. Koperasi juga berusaha berperan nyata dalam mengembangkan dan memberdayakan tata ekonomi nasional yang berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil, dan makmur.