Kompetensi

Latihan

Tes

 

Pencegahan Korosi

 

Kerusakan dan penanganan korosi pada benda-benda yang terbuat dari logam telah menelan biaya yang sangat besar, untuk itu diperlukan upaya pencegahan untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan oleh korosi. Pecegahan terhadap korosi dapat dilakukan dengan perlindungan mekanis dan perlindungan elektrokimia. Perlindungan mekanis dilakukan dengan mencegah agar permukaan logam tidak bersentuhan dengan udara dan air, misalnya dengan pengecatan dan pelapisan dengan logam lain (penyepuhan). Contoh lapisan pelindung yang digunakan untuk mencegah kontak langsung dengan H2O adalah lapisan cat, lapisan oli dan gemuk, lapisan plastik, dan lapisan dengan logam lain, seperti Cr, Zn, dan Sn. Perhatikan tabel berikut!

Metode

Penggunaan

Keterangan

Lapisan cat

Kapal, jembatan, mobil

Lapisan cat mencegah kontak langsung besi dengan O2 dan H2O. Hanya jika cat tergores/terkelupas, maka korosi mulai terjadi dan dapat menyebar di bawah cat yang masih utuh.

Lapisan oli dan gemuk

Bagian bergerak dari mesin, seperti mesin mobil, barang-barang di dapur, seperti rak pengering

Lapisan oli dan gemuk mencegah kontak langsung besi dengan O2 dan H2O dan harus dioleskan secara berkala.

Lapisan Plastik

Barang-barang di dapur, seperti rak pengering

Lapisan plastik mencegah kontak langsung besi dengan O2 dan H2O. Hanya jika plastik terkelupas, korosi mulai terjadi.

Pelapisan Sn

Kaleng makanan

Lapisan Sn dapat mencegah kontak langsung logam dengan O2 dan H2O. Akan tetapi, Sn (E° = - 0.14V) kurang reakstif dibanding Fe (E° = - 0.44V). Jadi apabila lapisan Sn tergores, maka besi dibawahnya mulai terkorosi.

Perlindungan elektrokimia dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi elektrolik (reaksi elektrokimia yang mengoksidasi logam). Perlindungan tersebut disebut juga perlindungan katode (proteksi katodik) atau perlindungan anode.

a. Perlindungan Katode

Perlindungan katode dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu:

1.  Menggunakan Logam Lain yang Lebih Reaktif Sebagai Anode Korban

Penggunaan logam lain yang lebih reaktif akan menempatkan logam sebagai penyuplai e- atau bertindak sebagai anode dalam sel elektrokimia korosi. Untuk memahami hal ini, ambil contoh penggunaan logam MG (E° = -2.37V).untuk perlindungan logam Fe (E° = -0.44V). Mg akan bertindak sebagai anode yang teroksidasi, sedangkan Fe akan menjadi katode dimana reduksi oksigen berlangsung.

Anode          : Mg Mg2+ + 2e-

Katode (Fe)  : ½ O2(aq)2 + H2O(I) + 2e- 2OH-(aq)

 

pencegahan korosi pipa baja menggunakan metode proteksi katodik

dengan anode korban batang Mg

2.  Menyuplai Listrik dari Luar

Suatu sumber listrik dihubungkan ke tangki bawah tanah yang akan dilindungi dan ke anode inert, seperti grafit. Elektron akan mengalir dari sumber listrik ke anode inert. Reaksi oksidasi yang terjadi akan melepas e-, yang akan mengalir melalui elektrolit tanah menuju ke tangki yang bertindak sebagai katode. Metode ini disebut juga Impressed current cathodic protection (ICCP).

pipa minyak diproteksi menggunakan metode ICCP

 

(sumber: http://rizkisaputro.wordpress.com)

rectifier, yang berfungsi untuk menstabilkan arus listrik yang disuplai ke anode inert

 

(sumber: http://www.metalindoabadi.com)