Terjadinya Letusan Gunung Berapi


Gambar dampak letusan merapi

Indonesia dikelilingi hampir 150 gunung api aktif. Gunung api yang ada di Indonesia hampir semuanya aktif dan bisa meletus kapan saja. Gunung berapi yang pernah meletus antara lain gunung Krakatau di selat Sunda, gunung Galunggung di Jawa Barat, gunung Merapi di Jawa Tengah, dan gunung Sinabung di Sumatera Utara. Di Indonesia, gunung berapi terbentuk akibat adanya tumbukan antara lempeng benua dengan lempeng samudera, yang mengakibatkan adanya bagian yang terangkat, sehingga di sepanjang Aceh hingga Sumbawa, serta Sulawesi hingga Maluku, banyak ditemukan adanya gunung berapi. Mengapa disebut sebagai gunung berapi? Gunung mempunyai dapur magma berada di bawah permukaan, yang mengandung cairan yang sangat panas, sehingga kita sering melihat gunung berapi mengeluarkan kepulan asap. Dapur magma ini berbeda-beda antara satu gunung dengan yang lain, tiap gunung bisa saja mempunyai dapur magmanya masing-masing, namun bisa juga mempunyai dapur magma yang saling terhubung satu dengan yang lain.

Animasi letusan gunung berapi

Pernahkah kalian memasak air di panci? Jika air yang ada di dalam panci sudah panas, maka panci akan mengepulkan asap. Karena suhu air sudah mendidih, tutup panci akan terangkat karena tekanan yang sangat besar. Saat panci dibuka, maka tekanan akan menjadi berkurang dan uapnya perlahan-lahan akan menghilang. Seperti itulah gambaran mengenai dapur magma dan mengapa gunung berapi bisa meletus. Gunung berapi menyimpan energi yang suatu saat harus dilepaskan dalam bentuk letusan. Setelah letusan terjadi dan energi dari magma sudah dilepaskan, maka gunung berapi akan mengalami masa hibernasi atau masa tenang. Jika energi dari magma belum habis, maka gunung akan terus mengeluarkan letusannya hingga energi ini perlahan-lahan berkurang. Tidak semua gunung termasuk ke dalam gunung berapi, dan juga terdapat gunung berapi yang tidak aktif. Hal ini bisa saja disebabkan gunung tersebut tidak mempunyai dapur magma atau dapur magmanya sudah tidak aktif lagi.