Terjadinya Gempa Bumi


Poster waspada gempa bumi

Pernahkan kalian merasakan bumi yang kita pijak dan benda-benda disekitar kita bergetar? Keadaan ini tentu sering dialami oleh kalian yang tinggal di daerah pegunungan yang masih aktif. Peristiwa ini disebut dengan gempa bumi. Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempa bumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi.

Proses Terjadinya Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi pada saat batuan di kerak bumi mengalami tekanan yang sangat hebat oleh pergerakan lempeng-lempeng yang menjadi landasan benua. Sebagian besar terjadi ketika lempeng samudera dan lempeng benua di kerak bumi saling bergesekan. Ketika kedua lempengan ini saling bergesekan dan bertumbukan, akan menghasilkan gelombang kejut, yang kita rasakan sebagai gempa bumi.

Proses Terjadinya Gempa Bumi

Lempeng samudera yang kerapatannya lebih besar ketika bertumbukan dengan lempeng benua di area tumbukan (subduksi) akan bergerak menyusup ke bawah. Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat bergesekan dengan selubung bumi, yang akan menyebabkan akumulasi energi di area patahan dan area subduksi. Akibatnya, di sekitar area-area tersebut terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Ketika batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses tersebut mengakibatkan getaran partikel ke segala arah yang disebut sebagai gelombang gempa bumi (seismic waves). Di sekitar daerah tumbukan lempeng-lempeng itulah gempa bumi bisa terjadi.
Dalam setahun, gempa bumi dapat terjadi hingga ratusan kali akibat dari pergerakan lempeng bumi yang sangat aktif. Akan tetapi, getarannya tidak terasa oleh manusia yang ada di atas permukaan bumi. Gempa bumi yang dirasakan oleh manusia hanya puluhan kali pada setiap tahunnya dan akibatnya dapat merusak bangunan yang ada di atasnya.

Pusat terjadinya gempa dapat berada di permukaan bumi atau episentrum, atau bisa juga terjadi di bawah permukaan bumi atau hiposentrum. Getaran gempa bumi dicatat oleh alat yang dinamakan seismograf, sedangkan gambar hasil pencatatan seismograf disebut seismogram. Untuk mengukur kekuatan gempa dibuat skala yang dihubungkan dengan kerusakan yang ditimbulkan. Salah satu skala yang sering digunakan untuk mengukur kekuatan gempa bumi adalah skala Richter. Skala Richter diukur mulai dari 1 (getaran ringan) sampai dengan 9 (getaran merusak).

Seismograf