Terjadinya Tsunami


Masyarakat di Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kata “Tsunami”. Bencana alam ini pernah menggoreskan luka yang dalam bagi bangsa kita. 26 Desember tahun 2004 yang lalu, ribuan nyawa tersapu Tsunami di Banda Aceh. Indonesia berduka, dunia berduka. Tsunami sesungguhnya bukan terjadi di Indonesia saja. Semua negara yang berbatasan dengan laut dan memiliki potensi gempa yang tinggi rawan terkena tsunami.

ombak tsunami di tepi pantai

Apa Itu Tsunami?
Kata “Tsunami” sendiri berasal dari bahasa Jepang. Tsunami merupakan bencana alam yang disebabkan oleh naiknya gelombang laut ke daratan dengan kecepatan yang tinggi akibat adanya gempa yang berpusat di bawah lautan. Gempa tersebut bisa saja diakibatkan oleh tanah yang longsor, lempeng yang bergeser, atau gunung berapi yang mengalami erupsi. Tsunami ini biasanya terjadi apabila besarnya gempa melebihi 7 skala richter. Tsunami ini cukup berbahaya, utamanya bagi mereka yang bermukim di sekitaran pantai. Dengan kekuatan besar, ia akan menyapu apa saja yang dilewatinya.

 

Proses Terjadinya Tsunami

Tsunami Sumatera - Ekspedisi Cincin Api

Tsunami selalu diawali suatu pergerakan gempa. Sebanyak 90% tsunami disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi yang letaknya ada di dalam wilayah lautan. Akan tetapi sejarah pernah merekam tsunami yang dahsyat akibat meletusnya Gunung Krakatau.
Gempa yang terjadi di dasar laut akan mengakibatkan munculnya tekanan ke arah vertikal sehingga dasar lautan akan naik dan turun dalam rentang waktu yang singkat. Air di pantai akan surut ke tengah laut.  Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan air laut yang kemudian terdorong menjadi gelombang besar yang bergerak mencapai wilayah daratan.
Gelombang tsunami ini merambat dengan kecepatan mencapai 500 sampai 1000 kilometer per jam di lautan. Saat mencapai tepian pantai, kecepatannya berkurang menjadi 50 sampai 30 kilometer per jam. Meski berkurang, namun kecepatan tersebut sudah bisa menyebabkan kerusakan yang parah bagi manusia.
Proses terjadinya tsunami merupakan peristiwa alam yang tidak ada campur tangan manusia di dalamnya. Dengan demikian, kita tak memiliki kendali untuk mencegah penyebab terjadinya tsunami. Namun, dengan persiapan dan kewaspadaan yang maksimal, kita bisa meminimalisir dampak bencana tsunami ini sendiri.