Pengertian Halalan Thayyiban (Halal dan Bergizi)


Berdasarkan firman Allah tersebut, ada istilah halalan thayyiban. Apa maksudnya? Kata halal mempunyai arti: hal-hal yang boleh dan dapat dilakukan karena bebas atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarangnya. Makanan halal berarti: makanan yang diperbolehkan oleh Allah untuk dimakan. Halalnya makanan ditinjau dari dari tiga hal, yaitu halal wujudnya/zatnya, halal cara memperolehnya dan halal cara pengolahannya. Allah telah menentukan berbagai jenis makanan yang dihalalkan. Beberapa jenis makanan yang halal sebagai berikut:

Qs. An-Nahl ayat 114;

  1. Semua jenis makanan yang dihalalkan oleh Allah dan Rasul-Nya atau berdasrkan fatwa Ulama.
  2. Semua jenis makanan yang tidak kotor dan tidak menjijikkan.
  3. Semua jenis makanan yang tidak mendatangkan mudarat, tidak membahayakan kesehatan tubuh, tidak merusak akal, serta tidak merusak moral dan akidah.
  4. Adapun kata thayyiban atau thayyib menunjukkan sesuatu yang benar-benar baik.

    Makan berlebih-lebihan

    Bentuk jamak dari kata ini adalah thayyibaat yang diambil dari thaba-yathibu-thayyib-thayyibah dengan beberapa arti, yaitu: zaka wa thahara (suci dan bersih), jada wa hasuna (baik dan elok), ladzdza (enak, lezat), dan halal (halal).

    Pada dasarnya, kata thayyib berarti sesuatu yang dirasakan enak oleh indera dan jiwa, atau segala sesuatu yang tidak menyakitkan dan tidak menjijikkan. Jadi, yang dimaksud dengan thayyib adalah yang membuat baik jasmani, rohani, akal dan akhlak manusia. Lawan dari kata thayyib ini adalah khabits (bentuk jamaknya khabaits) yaitu sesuatu yang menjijikkan dan dapat merusak fisik, psikis, akal dan akhlak seseorang.