Peluang Kejadian Bersyarat


Untuk memahami peluang kejadian bersyarat, perhatikan contoh berikut Dua buah dadu dilempar undi bersama, tentukan peluang muncul jumlah mata dadu lebih besar dari 9 dengan syarat dadu pertama muncul 5
Penyelesaian

Tanpa rumus

Cara ini memandang syaratnya sebagai ruang sampel dan kejadiannya adalah bagian dari ruang sampel tersebut

Kejadian Jumlah mata dadu lebih dari 9 dengan syarat dadu pertama muncul 5
Ruang sampelnya adalah muncul mata dadu pertama 5
S={(5,1), (5,2), (5,3), (5,4), (5,5), (5,6)}, n(S) = 6
Kejadian A adalah kejadian mata dadu berjumlah lebih dari 9 dalam ruang sampel tersebut
A={(5,5),(5,6) , n(A) = 2
Peluang kejadian muncul mata dadu lebih dari 9 dengan syarat dadu ke I muncul angka 5,


dengan rumus


Ruang sampel, n(S) = 36


Selanjutnya kalian boleh menggunakan cara pertama atau cara kedua dengan rumus, tapi umumnya jika permasalahannya komplek maka kita harus menggunakan rumus
Perhatikan contoh berikut
Untuk lebih jelas lagi perhatikan contoh berikut
Sebuah perusahaan akan memilih karyawannya untuk pelatihan. Ada 5 calon Pria 3 dari bagian personalia dan 2 dari EDP. Ada 3 calon wanita 1 dari personalia dan 2 dari EDP. Tentukan peluang yang terpilih adalah Pria dengan syarat dari EDP Peluang ini adalah peluang bersyarat, jika peluang Pria dari EDP adalah P(AB) dan peluang Pria adalah P(B) maka peluangnya adalah


Untuk masalah yang lebih komplek , cermati contoh berikut!
Peluang kakak nonton film kartun sendiri = 0 , 65, peluang adik nonton film kartun sendiri = 0 , 80.
Peluang kakak atau adik nonton film kartun = 0 , 90. Tentukan peluang kakak nonton film kartun jika adik telah nonton terlebih dahulu.
Kejadian Kakak nonton kartun sendiri, P(A) = 0,65
Kejadian Adik nonton kartun sendiri, P(B) = 0,80
Kejadian Kakak atau Adik nonton kartun, P(AUB) = 0,90


Peluang kakak nonton film kartun jika adik telah nonton terlebih dahulu adalah peluang A dengan syarat B