Kompetensi

Latihan

Simulasi

Tes


Dilihat: 22588
Diunduh: 698

 

Pengertian Pajak

 

Bila kita bicara pajak, sebenarnya masalah pajak sudah ada sejak jaman kerajaan-kerajaan dahulu. Hanya istilah yang membedakan. Pada saat itu disebut sebagai upeti atau persembahan pada raja.

Memang untuk pembayaran pajak, balas jasanya tidak dapat dirasakan secara langsung oleh si wajib pajak (rakyat). Tetapi hasilnya dapat direalisasikan dalam bentuk pelayanan-pelayanan kepada masyarakat, misalnya fasilitas jalan raya, aliran listrik, telpon, aliran air, dan fasilitas umum lainnya. 

Unsur yang harus diperhatikan pada setiap pajak adalah :

a. Subjek Pajak
b. Dasar Pajak atau Objek Pajak
c. Tarif Pajak

 

Pengertian Pajak menurut beberapa ahli, diantaranya:

1. Prof. DR. Rochmat Soemitro, SH
Pajak adalah peralihan kekayaan dari rakyat kepada kas negara berdasarkan UU untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk tabungan masyarakat.

2. Prof. DR. S.I. Djajadiningrat
Pajak adalah kewajiban menyerahkan sebagian kekayaan karena suatu keadaan ataupun kejadian dan ditetapkan pemerintah. 
Dan dapat bersifat dipaksakan, serta balas jasanya tidak dapat diberikan langsung dari negara.

3. Prof. DR. P.S.A. Adriani
Pajak adalah iuran masyarakat kepada negara yang dapat dipaksakan berdasarkan UU dengan tidak mendapat balas jasa secara langsung dan digunakan untuk membiayai pengeluaran umum.

4. DR. Soeparman Soemahamidjaya
Pajak adalah iuran wajib berupa uang atau barang yang dipungut oleh penguasa berdasarkan norma-norma hukum guna menutup biaya produksi barang dan jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum.


Berdasarkan definisi yang diungkapkan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan:

1. Pajak dipungut oleh negara
2. Pajak adalah iuran yang dipaksakan berdasarkan UU
3. Pajak tidak memberikan balas jasa secara langsung kepada masyarakat
4. Pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah yang bersifat umum