Pengaruh Gerhana Matahari

 

Pengaruh bagi mata manusia

Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari matahari) walaupun hanya dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata akibat radiasi tinggi yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan.

Untuk mengamati gerhana matahari dibutuhkan pelindung mata khusus atau menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata.

Panjang gelombang radiasi sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi berkisar antara ultra violet (lebih dari 290 nm) hingga sepanjang gelombang radio. Di lain sisi, kemampuan jaringan pada mata kita untuk menerima sinar matahari adalah berkisar antara 380-1400 nm. Ketika mata menerima radiasi UV itu, maka akan terjadi percepatan penuaan pada lapisan terluar dari mata. Inilah yang akan menyebabkan katarak.    

Jika sinar/cahaya itu sampai ke mata, maka akan menyebabkan kerusakan pada sel tangkai dan sel kerucut mata yang memang dikenal sebagai sel yang peka terhadap cahaya. Inilah yang menjadi pencetus munculnya reaksi kimia kompleks di dalam sel-sel mata dan dapat merusaknya, bahkan dalam kasus yang ekstrim, dapat membutakan mata. Sebagian dampak yang ditimbulkan oleh kerusakan mata tersebut adalah menurunnya/hilangnya fungsi penglihatan, baik temporer maupun permanen (tergantung pada tingkat kerusakan pada mata

      

Pengaruh terhadap perkembangan embrio ayam dalam mesin penetas telur      

Prinsip penetasan buatan adalah menjaga suhu dan kelembaban udara dalam ruangan mesin tetas agar sesuai dengan suhu dan kelembaban yang dibutuhkan pada tahap-tahap perkembangan embrio. Pada saat terjadi gerhana matahari total terjadi perubahan suhu dan tekanan udara secara tiba-tiba. Hal ini berpengaruh pada kelembaban dan kehidupan embrio, sehingga tingkat penetasan telur akan menurun keberhasilannya.

Pengaruh terhadap plankton

Kehidupan organisme akuatik terutama plankton sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari serta lama penyinaran. Cahaya sangat perlu untuk kepentingan fotosintesis, meskipun untuk keperluan tersebut setiap plankton mempunyai toleransi sendiri-sendiri terhadap intensitas cahaya. Penetrasi cahaya matahari pada permukaan bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kandungan air di atmosfer, posisi matahari dan faktor-faktor lain yang bersifat sementara misalnya gerhana matahari.

Gerhana matahari dapat menyebabkan terganggunya kehidupan plankton karena terjadi penurunan intensitas cahaya dan lamanya penyinaran. Hal ini dapat mempengaruhi rantai makanan karena suplai makanan untuk pemakan plankton berkurang, sehingga ikan-ikan akan berkurang jumlahnya di daerah yang terkena gerhana.

Pengaruh terhadap alam

Pengamatan terhadap medan gravitasi dan ketinggian menunjukkan bahwa gerhana matahari mempengaruhi secara langsung kerak bumi yang dapat menimbulkan pasang naik maksimum. Pasang naik maksimum ini menyebabkan perubahan pada kerak bumi yang berpotensi menimbulkan gempa bumi.

Pada saat terjadi gerhana matahari total, sinar matahari sebagian besar tidak sampai ke bumi. Sinar matahari secara bertahap berkurang saat kontak pertama, kemudian gelap sepenuhnya dan akhirnya normal kembali. Perubahan ini berlangsung dalam skala relatif pendek. Oleh karena itu pengaruh pada unsur meteorologi terjadi hanya pada beberapa parameter saja, antara lain turunnya suhu, perubahan angin menjadi kencang, tekanan udara turun, dan  meningkatnya kekeruhan udara.

Pengaruh terhadap binatang

Situasi gerhana merupakan malam semu bagi bebarapa jenis burung. Secara umum, burung di alam bebas lebih bereaksi terhadap peristiwa gerhana daripada burung piaraan. Burung-burung cenderung menuju sarangnya pada saat gerhana terjadi. Kemampuan mengarahkan diri pada burung pengembara jarak jauh dapat berubah karena terjadi reduksi radiasi inframerah dan pancaran gelombang radio sangat pendek akibat terhalangnya cahaya.

Binatang menyusui kurang peka terhadap perubahan lingkungan akibat gerhana matahari dibandingkan dengan binatang bertulang belakang lainnya. Katak sangat responsif terhadap perubahan akibat gerhana matahari, dan ternyata kegiatan vokalnya meningkat.

Pada saat terjadi gerhana, kesukaan mengelompok/menggerombol terjadi pada jenis ikan herring (Clupea harengus harengus), seperti halnya kalau malam tiba.

Perubahan tingkah laku juga terjadi pada kera. Di India kera-kere tersebut akan menengadah ke barat dan duduk dalam keaadan santai, seperti layaknya bila malam telah tiba.