Pendahuluan

Kuis

Referensi

 

Uraian

 

Kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan manusia

 

Kita sudah sampai pada kegiatan belajar ke-2. Pada bagian ini akan diuraikan tentang beberapa kelainan dan penyakit yang sering terjadi pada sistem pencernaan manusia. Supaya kalian lebih jelas tentang kegiatan belajar ini, materi akan dilengkapi dengan gambar-gambar kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan manusia.

Sistem pencernaan dapat mengalami gangguan atau kelainan akibat faktor luar, seperti makanan yang beracun, infeksi bakteri, dan kebiasaan makan yang salah. Beberapa gangguan pada sistem pencernaan adalah sebagai berikut:

  1. Gigi berlubang (karies), disebabkan oleh bakteri jenis Streptococcus yang dapat merubah karbohidrat pada mulut menjadi asam laktat. Asam yang terbentuk lambat kelamaan akan menghancurkan email dan menyebabkan lubang.

 

 

Pencegahan gigi berlubang adalah dengan menggosok gigi secara teratur setelah makan dan sebelum tidur. Pasta gigi yang mengandung flouride (F), kalsium (Ca), fosfor (P), dan oksigen (O) menjadi flourapatite, membuat gigi menjadi tahan terhadap asam. Selain itu berkumur setelah sarapan, membersihkan karang gigi, menambal gigi yang berlubang, dan makan makanan bergizi akan membuat gigi lebih kuat.

 

  1. Xerostomia adalah penyakit pada rongga mulut yang ditandai dengan rendahnya produksi air ludah. Gangguan produksi kelenjar ludah tersebut dapat diakibatkan oleh gangguan atau penyakit pada pusat ludah, syaraf pembawa rangsang ludah, ataupun oleh perubahan komposisi elektrolit ludah. Gangguan tersebut dapat terjadi karena rasa takut atau cemas, depresi, tumor otak, obat-obatan tertentu, penyakit kencing manis, penyakit ginjal, dan penyakit radang selaput otak. Kondisi mulut yang kering membuat makanan kurang tercerna dengan baik.

 

 

  1. Gondongan (parotitis epidimika), disebabkan oleh virus. Infeksi virus ini menyebabkan kelenjar ludah di bagian bawah telinga (parotid gland) menjadi bengkak, panas, dan nyeri. Akibatnya kelenjar air ludah membesar. Umumnya penyakit ini menyerang anak-anak berusia 5–15 tahun. Jika kamu telah sembuh dari sakit ini, kamu akan mendapatkan kekebalan terhadap serangan gondongan seumur hidup. Berhati-hatilah jika ada temanmu yang terkena gondongan, karena penyakit ini bersifat menular.

 

 

  1. Muntah, yaitu pengeluaran isi lambung melalui kerongkongan dan mulut secara paksa. Muntah merupakan gejala dari berbagai kelainan pada lambung, hati, dan sebagainya. Muntah juga dapat menjadi alat pertahanan tubuh ketika racun masuk ke dalam tubuh.

 

  1. Tukak lambung (Gastritis), dikenal juga dengan penyakit Maag. Gastritis adalah peradangan pada mukosa/dinding lambung. Gastritis mengakibatkan mukosa lambung memerah, edema/membengkak, dan permukaannya terluka. Gejala Tukak Lambung bisa terjadi pada siapa saja, terutama pada orang yang mempunyai pola makan yang tidak sehat dan sering terlambat makan. Pada umumnya gejala tukak lambung dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini :
  • Terlalu banyak makanan yang mengiritasi lambung, seperti yang pedas, asam, minuman beralkohol
  • Obat-obatan seperti aspirin (dosis tinggi), kortison, kafein, kortikosteroid
  • Adanya stress dan tekanan emosional yang berlebihan pada seseorang
  • Adanya asam lambung yang berlebihan
  • Waktu makan yang tidak teratur, sering terlambat makan, atau makan berlebihan
  • Tertelannya substansi/zat yang korosif, seperti alkali, asam kuat, cairan pembersih kimiawi, dan lain-lain
  • Infeksi bakteri

 

 

Gejala tukak lambung pada umumnya berupa :

  • Mual dan sering muntah agak asam. Pada kondisi berat, lambung mungkin dapat mengelupas sehingga mengakibatkan muntah darah
  • Perut terasa nyeri, pedih, kembung dan sesak (sebah) pada bagian atas perut.
  • Napsu makan menurun drastis, wajah pucat, keringat dingin, pusing.
  • Sering sendawa terutama bila dalam keadaan lapar
  • Sulit tidur karena gangguan rasa sakit pada daerah perut sebelah atas (ulu hati).

 

  1. Malabsorpsi merupakan kelainan yang ditandai ketidakmampuan usus halus menyerap sari makanan, disebut juga penyakit sariawan usus. Banyak kondisi dan situasi yang dapat mempengaruhi kemampuan usus halus untuk menyerap nutrisi yang memadai. Misalnya, kesalahan dalam proses pencernaan, seperti kegagalan untuk menghasilkan enzim yang diperlukan untuk memecah makanan tertentu; struktural cacat atau tumor di dalam usus, proses peradangan, infeksi usus, dan penyakit lainnya, dan cacat bawaan.

 

 

  1. Peritonitis, yaitu adanya peradangan pada selaput rongga perut (peritonium). Peradangan terjadi pada umumnya karena infeksi. Beberapa faktor penyebab peritonitis diantaranya:
  • Penyebaran infeksi dari organ perut yang terinfeksi
  • Infeksi dari rahim dan saluran telur, yang mungkin disebabkan oleh beberapa jenis kuman
  • Kelainan hati atau gagal jantung, menyebabkan cairan berkumpul di perut (asites), dan mengalami infeksi
  • Setelah proses pembedahan
  • Iritasi tanpa infeksi
  • Dialisa peritoneal (pengobatan gagal ginjal)

 

  1. Radang usus buntu (apendisitis) merupakan kelainan karena infeksi bakteri. Biasanya disebabkan oleh penyumbatan usus buntu oleh tinja atau zat-zat asing seperti biji yang masuk ke usus. Ciri-ciri orang yang menderita sakit radang usus buntu ini adalah sakit di bagian ulu hati, perut, kadang-kadang disertai muntah, panas, dan sukar buang air besar. Radang usus buntu dapat membuat usus bengkak, membusuk, dan pecah. Oleh karena itu perlu dilakukan operasi pengangkatan usus buntu (apendiks) sebelum bertambah parah.

 

  1. Sembelit (konstipasi), disebabkan karena berkurangnya pergerakan peristaltik usus besar. Gerakan yang lambat menyebabkan air yang diserap usus menjadi banyak, sehingga tinja menjadi lebih sangat padat, kering, keras, dan bentuknya semakin kecil. Akibatnya buang air besar menjadi lebih sulit untuk dikeluarkan, dan terasa sakit. Untuk mencegah sembelit, kita dianjurkan untuk sering mengkonsumsi berbagai buah-buahan dan sayur akan membantu mempermudah buang air besar secara alami, karena buah dan sayur banyak mengandung serat. Selain itu penyebab terjadinya sembelit adalah kebiasaan menahan buang air besar.

 

  1. Batu empedu, biasanya disebabkan oleh meningkatnya kandungan kolesterol sehingga garam empedu dan fosfolipid tidak mampu melarutkannya. Akibatnya, kolesterol akan mengkristal dan membentuk batu empedu. Batu empedu yang terus membesar akan menghalangi aliran cairan empedu, sehingga menimbulkan rasa sakit dan berbagai kelainan, misalnya gangguan pencernaan lemak.

 

 

  1. Diare atau mencret, yaitu bertambahnya kandungan air dalam tinja. Gejalanya adalah buang air besar berupa cairan atau encer, dan frekuensinya meningkat setiap hari. Diare disebabkan karena penyerapan air dan ion-ion di dalam usus besar berkurang. Penyebab diare adalah bakteri, virus, dan protozoa, yang menghasilkan racun sehingga mempengaruhi proses absorpsi cairan di usus. Stres atau rasa cemas berlebihan juga dapat menyebabkan diare. Bila diare terjadi dalam waktu lama, penderita dapat mengalami kekurangan cairan tubuh yang disebut dehidrasi. Pertolongan pada diare adalah dengan meminum cairan pengganti air, ion-ion, dan energi yang hilang, misalnya dengan oralit.

 

 

  1. Usus manusia dapat mengalami kerusakan karena proses pencernaan sendiri (autodigesti). Autodigesti dapat terjadi karena adanya enzim-enzim pencernaan protein dan lemak serta darah yang mengandung konsentrasi asam hidroklorid tinggi.

 

Autodigesti dapat dihindari karena mekanisme perlindungan tubuh kita, diantaranya:

  1. Lapisan usus lebih tebal daripada lapisan sistem-sistem lain, serta selalu diperbarui.
  2. Usus menghasilkan lendir (mucus) yang berfungsi sebagai pelumas. Lendir dapat dicerna, diserap kembali, dan dikeluarkan lagi saat diperlukan.
  3. Enzim-enzim hanya dihasilkan atau dilepaskan sekali saja ketika makanan sampai di tempat tertentu di usus.
  4. Beberapa enzim pencerna yang dapat merusak sel usus dihasilkan dalam bentuk nonaktif, misalnya, pepsinogen dan tripsinogen bersifat nonaktif, baru diubah menjadi enzim pencerna aktif pada saat makanan masuk.

 

Jika proses mekanisme perlindungan tersebut rusak, akan timbul bisul lambung dan bisul usus dua belas jari. Hal ini dapat terjadi karena tingginya kandungan asam dalam perut. Penyakit ini dapat menghancurkan dinding otot pencernaan makanan. Bila sudah parah dinding usus akan dilumatkan sehingga isi usus keluar ke dalam rongga tubuh, dan dapat berakibat fatal.