Pendahuluan

Kuis

Referensi


Dilihat: 2188
Diunduh: 362

 

Rangkuman Akhir

 

Kita sudah selesai mempelajari materi sistem pencernaan manusia. Dengan demikian kita menjadi lebih memahami betapa pentingnya organ-organ tubuh kita terutama sistem pencernaan. Sebagai bagian akhir dari materi ini mari kita baca rangkuman berikut ini:

 

Sistem pencernaan berfungsi mencerna segala macam makanan dan minuman yang masuk ke tubuh kita melalui serangkaian proses pencernaan. Proses pencernaan adalah proses pemecahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana.

 

Sistem pencernaan manusia tersusun oleh organ-organ pencernaan yang membentuk saluran dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan merupakan organ-organ yang dilalui bahan makanan, sedangkan kelenjar pencernaan adalah bagian yang mengeluarkan enzim untuk membantu mencerna makanan. Saluran pencernaan makanan dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Kelenjar pencernaan terdiri atas kelenjar ludah, lambung, hati, pankreas, dan usus.

 

Enzim pencernaan dihasilkan oleh mulut, lambung, pankreas, dan usus halus. Di dalam mulut terdapat air ludah yang mengandung enzim ptialin/amylase. Lambung menghasilkan enzim pepsin dan renin. Pankreas menghasilkan enzim tripsin, amilase, dan lipase. Sedangkan usus halus menghasilkan enzim enterokinase, erepsinogen, dan disakarase.

 

Terdapat dua cara pengangkutan nutrisi hasil pencernaan, yaitu melalui darah, dan melalui limfe (pembuluh chyll). Asam amino, glukosa, dan vitamin B, C (larut dalam air) diserap usus dan dibawa oleh darah melalui vena porta menuju hati (vena porta hepatica). Asam lemak, gliserol, dan vitamin A, D, E, K (larut dalam lemak) diserap usus dan diangkut melalui pembuluh chyll (pembuluh getah bening usus) lalu menuju ke vena di bawah tulang selangka (vena subklavia). Sedangkan garam empedu masuk ke dalam darah menuju hati untuk dibentuk lagi menjadi empedu.

 

Beberapa gangguan pada sistem pencernaan adalah sebagai berikut: Gigi berlubang (karies), disebabkan oleh bakteri jenis Streptococcus yang dapat merubah karbohidrat pada mulut menjadi asam laktat. Xerostomia, penyakit pada rongga mulut yang ditandai dengan rendahnya produksi air ludah. Gondongan (parotitis epidimika), disebabkan oleh infeksi virus pada kelenjar ludah di bagian bawah telinga. Muntah, yaitu pengeluaran isi lambung melalui kerongkongan dan mulut secara paksa. Tukak lambung, penyakit yang disebabkan oleh kelainan pada lambung. Mal-absorpsi, ketidakmampuan usus halus menyerap sari makanan. Peritonitis, yaitu adanya peradangan pada selaput rongga perut (peritonium). Radang usus buntu (apendisitis), disebabkan oleh infeksi bakteri pada usus buntu. Sembelit (konstipasi), disebabkan karena berkurangnya pergerakan peristaltik usus besar. Gerakan yang lambat menyebabkan air yang diserap usus menjadi banyak, sehingga tinja menjadi lebih sangat padat, kering, keras, dan bentuknya kecil. Batu empedu, biasanya disebabkan oleh meningkatnya kandungan kolesterol sehingga garam empedu dan fosfolipid tidak mampu melarutkannya. Diare atau mencret, yaitu bertambahnya kandungan air dalam tinja (diperlihatkan dengan mencret-mencret dan meningkatnya frekuensi buang air besar setiap hari). Autodigesti yaitu kerusakan pada usus manusia karena proses pencernaan sendiri.