Pendahuluan

Kuis

Referensi

 

Uraian

 

1. Fungsi Sistem Pencernaan Manusia

Mari kita mulai mempelajari kegiatan belajar 1 dengan membahas fungsi sistem pencernaan manusia. Materi akan diperjelas dengan gambar-gambar makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, air, dan mineral.

Sistem pencernaan berfungsi mencerna segala macam makanan dan minuman yang masuk ke tubuh kita melalui serangkaian proses pencernaan. Proses pencernaan adalah proses pemecahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana. Makanan tersebut merupakan sumber energi, dan sumber bahan baku untuk membangun tubuh. Oleh karena energi yang kita peroleh berasal dari makanan yang kita makan, maka makanan yang kita makan tentunya harus bergizi, yaitu makanan yang cukup mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, air dan mineral.

 

 

Fungsi Makanan Bagi Tubuh Manusia antara lain:

  • Menghasilkan energi
  • Mengganti sel-sel yang tua atau rusak
  • Bahan untuk pertumbuhan dan pembentukan tubuh
  • Sebagai zat pelindung tubuh, antara lain dengan cara menjaga keseimbangan cairan tubuh

 

Jenis dan Fungsi Bahan Makanan dan Vitamin

Tubuh kita memerlukan zat-zat makanan yang diperlukan untuk kesehatan dan pertumbuhan.  Zat-zat tersebut antara lain:

a.    Air

Air mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Selain itu, air juga sangat penting bagi tubuh manusia. Kandungan air pada tubuh manusia jumlahnya jauh lebih besar bila dibanding dengan kandungan zat - zat yang lain. Kandungan air pada tubuh bayi bisa mencapai 75% - 80% yang kemudian seiring dengan pertumbuhan tubuhnya, kandungan air pada manusia dewasa berkurang hingga mencapai 60% - 65% untuk pria dan 50% - 60% untuk wanita. Air berfungsi untuk melarutkan zat-zat makanan, untuk mengangkut zat-zat makanan dari jaringan yang satu ke jaringan yang lain, serta untuk mengangkut sisa metabolisme dari jaringan ke sistem ekskresi.

 

b.   Protein

Protein adalah senyawa organik kompleks yang tersusun atas unsur-unsur C, H, O, N, dan beberapa jenis protein mengandung unsur S dan P. Komponen dasar dari protein adalah senyawa organik sederhana yang disebut asam amino.

Asam amino dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  1. Asam amino esensial atau asam amino utama: yaitu asam amino yang sangat diperlukan oleh tubuh dan harus didatangkan dari luar tubuh manusia, sebab sel-sel tubuh manusia tidak mampu membuatnya. Yang termasuk asam amino esensial adalah: lisin, triptofan, isoleusin, treosin, histidin, valin, metionin, leusin, dan fenilalanin.
  2. Asam amino nonesensial, yaitu asam amino yang dapat disintesis sendiri oleh tubuh. Contohnya: alanin, asparagin, asam aspartat, asam glutamat, glutamin dan prolin.

Beberapa asam amino digolongkan sebagai asam amino semi esensial seperti arginin, sistein, glisin, serin, dan tirosin, karena asam amino ini dapat dihasilkan oleh tubuh yang sehat.  

Protein yang kita butuhkan dapat berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan. Yang berasal dari hewan disebut protein hewani, sedangkan yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati. Protein yang berasal dari hewan antara lain: telur, susu, keju, dan ikan yang disebut First Class Protein, sebab bahan tersebut mengandung kesembilan asam amino esensial.

 

Protein diperlukan tubuh karena protein tersebut mempunyai beberapa fungsi, yaitu:

  1. Membangun sel-sel yang telah rusak
  2. Membentuk zat-zat pengatur seperti enzim dan hormon
  3. Membentuk antibodi
  4. Bahan pembentuk senyawa asam amino lainnya
  5. Sebagai sumber energi, 1 gram protein menghasilkan 4,1 kalori

 

c.     Lemak

Lemak adalah senyawa organik yang tersusun atas unsur-unsur C, H, dan O. Komponennya adalah asam lemak dan gliserol.

 

Fungsi lemak adalah:

  1. Penghasil kalori, satu gram lemak menghasilkan 9,4 kalori
  2. Pelarut vitamin A, D, E, dan K
  3. Pelindung alat-alat tubuh dan sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah

Bahan makanan yang banyak mengandung lemak adalah makanan yang berasal dari hewan, misalnya: daging, keju, mentega, susu, telur, ikan, dan lain sebagainya. Sedangkan makanan dari tumbuhan yang banyak mengandung lemak antara lain: kelapa, kacang-kacangan, kemiri, dan lain sebagainya.

 

d.  Karbohidrat

Unsur penyusun karbohidrat adalah C, H, dan O. Di dalam tubuh karbohidrat berfungsi sebagai:

  1. Sumber kalori, setiap satu gram karbohidrat menghasilkan 4,1 kalori

  2. Bahan penyusun senyawa organik lainnya, misalnya: protein, dan lemak

  3. Penjaga keseimbangan asam dan basa

 

Karbohidrat dapat disimpan di dalam tubuh sebagai glikogen. Karbohidrat dan lemak merupakan sumber energi utama bagi tubuh kita. Karbohidrat hanya berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya: beras, jagung, gandum, gula, kentang, umbi-umbian, buah-buahan, dan lain sebagainya.

 

e.  Vitamin

Vitamin adalah zat-zat organik komplek yang dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil dan pada umumnya tidak dapat dibentuk oleh tubuh, namun dapat diperoleh dari makanan. Vitamin termasuk kelompok zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharaan kehidupan. Tiap vitamin mempunyai tugas spesifik dalam tubuh, karena vitamin adalah zat organik maka vitamin dapat rusak karena penyimpanan dan pengolahan yang tidak tepat.

 

1. Fungsi vitamin

Vitamin berperan dalam beberapa tahap reaksi metabolisme energi, pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh, pada umumnya sebagai koenzim atau sebagai bagian dari enzim. Sebagian besar koenzim dapat bentuk apoenzim, yaitu vitamin yang terikat dengan protein.

 

2. Vitamin dalam makanan

Peran makanan dalam tubuh antara lain bergantung pada jumlah vitamin yang terkandung dalam makanan tersebut. Pada tahap pemrosesan dan pemasakan, banyak vitamin yang hilang bila menggunakan suhu tinggi, permukaan makanan bersentuhan dengan udara, dan menggunakan bahan alkali (basa).

 

Kehilangan vitamin dalam pemasakan dapat dicegah dengan cara:

  1. Menggunakan suhu tidak terlalu tinggi
  2. Waktu memasak tidak terlalu lama
  3. Menggunakan air pemasak sedikit mungkin
  4. Menggunakan pemotong yang tajam dan dan potongan tidak terlalu halus
  5. Panci memasak ditutup
  6. Tidak menggunakan bahan alkali dalam pemasakan
  7. Sisa air perebus digunakan untuk masakan lain

 

A.   Vitamin larut dalam lemak (A, D, E, K)

Setiap vitamin larut dalam lemak A, D, E, dan K mempunyai peranan tertentu dalam tubuh. Sebagian vitamin larut lemak diabsorpsi/diserap bersama lemak lain. Absorpsi membutuhkan cairan empedu dan pankreas. Vitamin larut lemak diangkut ke hati melalui sistem limfe sebagai bagian dari lipoprotein, disimpan di berbagai jaringan tubuh dan biasanya tidak dikeluarkan melalui urin.

Vitamin A

Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang pertama ditemukan. Vitamin A merupakan nama yang digunakan untuk menyatakan semua retinoid dan prekursor atau provitamin A atau karotenoid yang mempunyai aktivitas biologi sebagai retinol.

Vitamin A esensial untuk pemeliharaan kesehatan dan kelangsungan hidup dan kesehatan mata. Disamping itu kekurangan vitamin A meningkatkan resiko anak terhadap penyakit infeksi seperti penyakit saluran pernafasan dan diare, meningkatkan angka kematian karena campak, serta menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan rabun senja. Vitamin A banyak ditemukan pada wortel, minyak ikan, susu, keju, dan hati.

 

Sifat kimia vitamin A

Vitamin A adalah suatu kristal alkohol berwarna kuning dan larut dalam lemak.

Vitamin A tahan terhadap panas cahaya, alkali, dan oksidasi. Ketersediaan biologik vitamin A meningkat dengan kehadiran vitamin E dan antioksidan lain. Bentuk aktif vitamin A terdapat dalam pangan hewani. Pangan nabati mengandung karotenoid yang merupakan prekursor (provitamin A). Beta-karoten adalah bentuk provitamin paling aktif, yang terdiri atas dua molekul retinol saling berkaitan. Karetanoid paling banyak terdapat dalam sayuran berwana hijau tua.

 

Absorpsi, transportasi, dan metabolisme vitamin A

Hati merupakan tempat penyimpanan terbesar vitamin A dalam tubuh. Bila tubuh memerlukan, vitamin A dipindahkan dari hati dalam bentuk retinol yang diangkut oleh Retinol Binding-Protein (RBP) yang disintesis oleh hati. Pengambilan retinol oleh berbagai sel tubuh bergantung pada reseptor permukaan membran yang spesifik oleh RBP. Retinol kemudian diangkut melalui membran sel untuk kemudian diikatkan pada Celluler Retinol Binding-Protein (CRBP) dan RBP kemudian dilepaskan. Di dalam sel mata retinol berfungsi sebagai retinal, sedangkan dalam sel epitel sebagai asam retinoat.

 

 

Fungsi vitamin A:

  1. Penglihatan, suplentasi vitamin A dapat memperbaiki penglihatan yang kurang bila itu disebabkan kekurang vitamin A.
  2. Diferensi sel, terjadi bila sel tubuh mengalami perubahan dalam sifat atau fungsi semulanya.
  3. Fungsi kekebalan, vitamin A berpengaruh terhadap kekebalan tubuh manusia dan hewan.
  4. Pertumbuhan dan perkembangan, vitamin A berpengaruh terhadap sintesis protein, yang diperlukan dalam pertumbuhan sel.
  5. Reproduksi, kebutuhan vitamin A selama hamil meningkat untuk kebutuhan janin dan persiapan ibu untuk menyusui.
  6. Pencegahan kanker dan penyakit jantung.
  7. Pembentukan sel darah merah.

 

Sumber vitamin A:

  1. Sumber vitamin A: hati, kuning telur (dalam lemaknya), dan mentega atau margarin.
  2. Sumber karoten: sayuran berwarna hijau tua dan buah yang berwarna kuning-jingga.

 

Akibat kekurangan vitamin A:

  1. Rabun senja
  2. Kurang energi yang berasal dari protein
  3. Penyakit hati
  4. Beta lipoprotenimia

 

Akibat kelebihan vitamin A:

  1. Pada orang dewasa: pusing, mual, rambut rontok, kulit mengering, dll.
  2. Pada bayi: hidrosefalus, dan lainnya.

 

Vitamin D

Vitamin D mencegah dan menyembuhkan riketsia, yaitu penyakit tulang dengan gejala tulang tidak mampu melakukan kalsifikasi (penumpukan kalsium/penulangan). Vitamin D dapat dibentuk tubuh terutama di kulit dengan bantuan sinar matahari. Bila tubuh cukup mendapat sinar matahari maka konsumsi vitamin D dari makanan tidak terlalu dibutuhkan. Karena dapat disintesis dalam tubuh, vitamin D dapat dikatakan bukan vitamin, tapi suatu prohormon. Bila tubuh tidak cukup mendapat sinar matahari, vitamin perlu dipenuhi melalui makanan. Vitamin ini banyak ditemukan pada jeruk, stroberi, tomat, brokoli, dan sayuran hijau lainnya.

 

Absorpsi, transportasi, dan penyimpanan vitamin D

Di dalam tubuh, vitamin D diserap di usus dengan bantuan senyawa garam empedu. Setelah diserap, vitamin ini kemudian akan disimpan di jaringan lemak dalam bentuk yang tidak aktif seperti di hati, kulit, otak, tulang, dan jaringan lain. Absorsi vitamin D pada orang tua kurang efesien bila kandungan kalsium makanan rendah.

Bahan makanan yang kaya akan vitamin D ialah susu. Untuk penyerapan vitamin D yang baik diperlukan garam empedu. Mengenai transport, katabolisme dan eskresi vitamin D belum banyak diketahui, sehingga masih memerlukan banyak penelitian lebih lanjut.

 

Fungsi vitamin D:

  1. Membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang bersama vitamin A dan C, protein kalogen, fosfor, flour kalsiotin, dan magnesium.
  2. Membantu pengerasan tulang dengan cara mengatur agar kalsium dan fosfor yang tersedia dalam tubuh diendapkan pada proses pengerasan tulang.

 

Vitamin E

Pada tahun 1922, ditemukan suatu zat larut lemak yang dapat mencegah keguguran dan infertilitas pada tikus oleh Dr. H.M. Evans. Kemudian pada tahun 1936 vitamin E dapat diisolasi dari minyak gandum dan dinamakan tokoferol.

 

Kegunaan vitamin E:

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mengatasi stres, meningkatkan kesuburan, meminimalkan risiko kanker, dan penyakit jantung koroner.
  2. Berperan sangat penting bagi kesehatan kulit, yaitu dengan menjaga, meningkatkan elastisitas, dan kelembapan kulit, mencegah proses penuaan dini, melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet, serta mempercepat proses penyembuhan luka.
  3. Sebagai antioksidan. Semua vitamin E merupakan antioksidan alami yang membantu melindungi struktur sel yang penting terutama membran sel dari kerusakan akibat adanya radikal bebas. Dalam melaksanakan fungsinya sebagai antioksidan dalam tubuh, vitamin E berubah menjadi radikal dengan cara mencari, bereaksi dan merusak rantai reaksi radikal bebas. Namun radikal ini akan segera beregenerasi menjadi vitamin aktif melalui proses biokimia yang melibatkan senyawa lain.
  4. Melindungi sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh dari kerusakan. Selain bisa melindungi dari akibat kelebihan vitamin A dan melindungi vitamin A dari kerusakan, vitamin ini juga bisa melindungi hewan dari akibat berbagai obat, bahan kimia, dan logam yang mendukung pembentukan radikal bebas.

 

Absorpsi dan transportasi vitamin E

Tokoferol tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut lemak seperti minyak, lemak, alkohol, aseton, eter, dan sebagainya. Karena tidak larut dalam air, vitamin E dalam tubuh hanya dapat dicerna dengan bantuan empedu hati, sebagai pengelmulsi minyak saat melalui duodenum.

 

Sumber vitamin E:

Vitamin E dapat ditemukan dari bagian bahan makanan yang berminyak atau sayuran. Vitamin E banyak terdapat pada buah-buahan, susu, mentega, telur, sayur-sayuran, terutama kecambah. Contoh sayuran yang paling banyak mengandung vitamin E adalah minyak biji gandum, minyak kedelai, minyak jagunf, selada, kacang-kacangan, asparagus, pisang, strawberry, biji bunga matahari, buncis, ubi jalar, dan sayuran berwarna hijau. Vitamin E lebih banyak terdapat pada makanan segar yang belum diolah.

 

Vitamin K

Vitamin K merujuk pada sekelompok vitamin lipofilik dan hidrofobik yang dibutuhkan untuk modifikasi pasca translasi dari berbagai macam protein, seperti dalam proses pembekuan darah. Bentuk induk dari vitamin K disebut Menadion oleh IUPAC (International Union of Pure and Aplied Chemistry), dan Menaquion oleh IUNS (International Union of Nutritional Sciences). Vitamin K cukup tahan terhadap panas, tetapi tidak tahan terhadap bahan alkali dan cahaya.

 

Absorpsi dan transportasi vitamin K

Vitamin K tidak dapat disintesa oleh tubuh, tetapi suplai vitamin K bagi tubuh berasal dari bahan makanan, dan dari sintesa oleh mikroflora usus (E. coli) yang menghasilkan menaquinone. Untuk penyerapan vitamin K diperlukan garam empedu dan lemak di dalam makanan. Garam empedu dan lemak dicerna membentuk misel (misell) yang berfungsi sebagai transport carrier bagi vitamin K tersebut.

 

Fungsi vitamin K:

  1. Vitamin K berfungsi dalam proses dalam pembekuan darah.
  2. Fungsi lain ialah sebagai pentranspor elektron di dalam proses redoks di dalam jaringan (sel).

 

Sumber vitamin K:

Vitamin ini ditemukan dalam sayuran hijau, seperti bayam, katuk, kol, selada, dan brokoli.

 

B.   Vitamin larut dalam air (C, dan B)

Vitamin larut air dikelompokkan menjadi vitamin C, dan vitamin B kompleks. Vitamin B kompleks terdiri atas 10 faktor yang saling berkaitan fungsinya dalam tubuh.

 

Vitamin C

Vitamin C adalah kristal putih yang mudah larut dalam air. Dalam keadaan kering vitamin C cukup stabil, tetapi dalam keadaan larut vitamin C mudah rusak karena bersentuhan dengan udara terutama bila terkena panas.

 

Absorpsi dan transportasi vitamin C

Vitamin C mudah diabsoprsi secara aktif dan secara difusi pada bagian atas usus halus lalu masuk ke peredaran darah melalui vena porta. Vitamin C kemudian dibawa ke semua jaringan. Konsentrasi tertinggi adalah dalam jaringan adrenal, pituitari, dan retina.

 

Manfaat vitamin C:

  1. Menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan.
  2. Berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran.
  3. Sebagai antioksidan, vitamin C mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh.
  4. Melalui pengaruh pencahar, dapat meningkatkan pembuangan faeces atau kotoran.
  5. Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab kanker.

 

Defisiensi vitamin C

Kekurangan vitamin C bisa berakibat keadaan pecah-pecah di lidah scorbut, baik mulut maupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi. Di samping itu, asam askorbat juga berkorelasi dengan masalah kesehatan lain, seperti kolesterol tinggi, sakit jantung, artritis (radang sendi), dan pilek.

 

Sumber vitamin C

Pemenuhan kebutuhan vitamin C bisa diperoleh dengan mengkonsumsi beraneka buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, strowberi, asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, dan hati.

 

Vitamin B

Vitamin B adalah 8 tipe vitamin yang larut dalam air dan memainkan peran penting dalam metabolisme sel. Suplemen yang mengandung ke-8 tipe ini disebut sebagai vitamin B kompleks. Tipe-tipe vitamin B yaitu vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B7, vitamin B9, dan vitamin B12.

 

Vitamin B1 (Tiamin)

Fungsi: Mengubah zat karbohidrat dalam makanan menjadi energi.

Sumber: Nasi, roti, sereal, tepung terigu, makanan laut seperti udang, kepiting, dan kerang.

Fungsi dari vitamin ini yaitu sebagai koenzim. Tiamin dibutuhkan untuk dekarboksilasi oksidatif. Tidak ada keuntungan mengkonsumsi tiamin melebihi kecukupan yang dianjurkan, karena kelebihannya akan diekskresi. Kekurangan tiamin biasanya terjadi pada penderita gangguan gizi, penyakit anoreksia, kecanduan alkhol kronis, dan gangguan absorpsi. Kekurangan vitamin ini juga dapat menyebabkan beri-beri basah dan beri-beri kering, beri-beri basah ditandai oleh sesak nafas dan edema setelah mengalami rasa lelah yang berkepanjangan, tanda-tanda ini menunjukkan kegagalan jantung. Beri-beri kering ditandai oleh kelemahan otot, dan degenerasi syaraf perifer yang dapat berlanjut dengan kelumpuhan kaki. Gejala awal adalah nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, lelah, rasa semutan, berdebar-debar, dan refleks berkurang.

 

Vitamin B2 (Riboflavin)

Fungsi: Menjaga kesehatan mata dan kulit.

Sumber: Susu, keju, ayam, brokoli, bayam, jamur.

Akibat Kekurangan vitamin B2:

  1. Mata panas dan gatal
  2. Tidak tahan cahaya
  3. Kehilangan ketajaman mata, bibir, mulut serta lidah sakit, dan panas. Gejala ini berkembang menjadi cheilosis (bibir meradang)
  4. Stomatitis angular (sudut mulut pecah)
  5. Glossitis (lidah licin dan berwarna keunguan)
  6. Pembesaran kapiler darah disekeliling kornea mata

 

Vitamin B3 (Niasin)

Fungsi: Untuk kesehatan kulit, meningkatkan nafsu makan, memperbaiki sistem pencernaan serta membantu mengubah makanan menjadi energi.

Sumber: Padi-padian, kacang-kacangan, daging sapi, jamur.

 

Vitamin B5 (Pantothenic Acid)

Fungsi: Bersama-sama dengan jenis vitamin B lainnya, vitamin B5 berguna dalam proses pemecahan lemak, protein, karbohidrat menjadi energi. Manfaat lainnya adalah untuk pembentukan sel darah merah, dan membuat vitamin D.

Sumber: Ayam, ikan sarden, alpukat, semangka.

 

Vitamin B6 (Piridoksin)

Fungsi: Diperlukan dalam proses asam amino dan lemak.

Sumber: Daging unggas, ikan, sapi, kentang, tomat, pisang, buah yang berwarna ungu, dan sayuran hijau.

 

Kekurangan vitamin B6 menimbulkan gejala-gejala yang berkaitan dengan gangguan metabolisme protein, seperti tubuh lemah, mudah tersinggung dan sukar tidur. Jika kekurangan vitamin ini lebih lanjut akan mengakibatkan kejang, anemia, penurunan pembentukan antibodi, peradangan lidah, serta luka pada bibir, sudut-sudut mulut dan kulit, dan dapat mengakibatkan kerusakan sitem syaraf. Sedangkan jika kelebihan akan mengakibatkan kesemutan.

 

Vitamin B7 (Biotin)

Fungsi: Membantu dalam proses pemecahan lemak, dan protein menjadi energi yang akan digunakan oleh tubuh.

Sumber: Daging ikan salmon, telur, susu, sereal, pisang, dan kacang tanah.

 

Vitamin B9 (Folat)

Fungsi: Bertugas agar sel-sel pada tubuh berkembang dengan benar, membentuk sel darah merah, dan mencegah kerusakan saraf pada janin.

Sumber: Susu dan produk olahan susu, bit, hati, melon, dan sayuran berdaun hijau.

 

Vitamin B12 (Kobalamin)

Fungsi: Mengubah karbohidrat, protein dan lemak menjadi energi, menjaga sel darah merah tetap sehat, melindungi sel saraf, mencegah penyakit jantung, dan mencegah penyusutan otak yang dapat menyebabkan menurunnya daya ingat.
Sumber: Daging sapi, daging ikan, hati, telur, susu, kedelai, dan rumput laut.

 

Akibat Kekurangan B12:

  1. Menimbulkan sindroma
  2. Sel-sel membesar (megaloblatosis), terutama prekursor sel-sel darah merah dalam sumsum tulang, dan sel-sel penyerap pada permukaan usus. Megaloblatosis dapat menyebabkan anemia megaloblastik, glositis, serta gangguan saluran cerna berupa gangguan absorsi dan rasa lemah
  3. Gangguan syaraf.

 

 

f.    Mineral

Mineral dibutuhkan secara sendiri-sendiri maupun kelompok. Masing-masing mempunyai peranan tertentu di dalam tubuh. Beberapa contoh penyakit kekurangan mineral antara lain:

  • Kekurangan Ca (kalsium): darah sukar membeku, kejang otot, dan gangguan penulangan
  • Kekurangan Fe (zat besi): menderita anemia
  • Kekurangan I (iodium): menderita gondok

 

 

2. Organ-organ penyusun sistem pencernaan manusia

Kita telah mempelajari fungsi sistem pencernaan pada manusia, dan fungsi bahan/zat makanan yang kita makan. Kita akan lanjutkan dengan mempelajari organ-organ penyusun sistem pencernaan manusia yang terdiri dari saluran pencernaan, dan kelenjar pencernaan. Materi ini juga dilengkapi dengan animasi saluran pencernaan, gambar organ saluran pencernaan, dan organ kelenjar pencernaan.

Sistem pencernaan manusia tersusun oleh organ-organ pencernaan yang membentuk saluran dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan merupakan organ-organ yang dilalui bahan makanan sekaligus tempat berlangsungnya proses pencernaan, sedangkan kelenjar pencernaan adalah bagian yang mengeluarkan enzim untuk membantu mencerna makanan. Saluran pencernaan berfungsi untuk mengubah bahan makanan secara mekanik serta mengangkut bahan tersebut. Kelenjar pencernaan berfungsi untuk menghasilkan enzim yang penting untuk pencernaan secara kimiawi. Dengan proses pencernaan secara mekanik dan kimiawi akhirnya dihasilkan zat makanan yang dapat diserap oleh tubuh.

 

 

Saluran pencernaan makanan dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Kelenjar pencernaan terdiri atas kelenjar ludah, lambung, hati, pankreas, dan usus. Supaya kita lebih memahami tentang fungsi dan bagian-bagian organ-organ pencernaan tersebut, mari kita pelajari penjelasan berikut ini:

 

Saluran pencernaan manusia terdiri dari organ-organ pencernaan berikut:

  • Rongga mulut (cavum oris)
  • Kerongkongan (esofagus)
  • Lambung (ventrikulus/gaster)
  • Usus halus (intestinum tenue) terdiri dari: usus duabelas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).
  • Usus besar (intestinum crasum/colon)
  • Anus

 

1.    Rongga Mulut (cavum oris)

Tahap awal proses pencernaan makanan adalah masuknya makanan ke dalam mulut. Ketika kita makan sepiring nasi goreng, satu sendok nasi dimasukkan ke dalam mulut, kemudian dikunyah sampai halus oleh gigi dan dibantu oleh lidah. Di dalam rongga mulut makanan juga dicampur dengan air ludah. Dengan demikian, di rongga mulut organ pencernaan yang terlibat adalah lidah, gigi, dan kelenjar ludah.

Di dalam mulut terjadi proses pencernaan secara mekanik, yaitu proses pengunyahan makanan dengan gigi yang dibantu oleh lidah, dan pencampuran makanan dengan air ludah. Pencernaan secara kimiawi juga terjadi di sini, yaitu dengan bantuan enzim ptialin yang mengubah amilum menjadi maltosa. Sehingga jika kita mengunyah nasi dalam waktu yang agak lama, akan terasa manis.

 

a.    Gigi

Gigi manusia berfungsi untuk memotong dan menghaluskan makanan. Akar gigi yang bercabang tertanam dengan kuat pada gusi. Struktur gigi berlapis-lapis, yaitu terdiri dari email, tulang gigi, dan rongga gigi. Bila gigi dipotong memanjang, maka akan tampak bagian-bagian sebagai berikut:

 

 

  • Lapisan email, merupakan bagian yang paling luar dan paling keras dari gigi, berfungsi sebagai lapisan pelindung pada mahkota gigi.
  • Tulang gigi terbuat dari dentin yang tersusun dari kalsium karbonat.
  • Semen gigi berfungsi sebagai pelekat gigi dengan tulang rahang.
  • Pulpa, merupakan rongga dalam gigi yang berisi serabut saraf dan pembuluh-pembuluh darah. Jika gigimu berlubang hingga mencapai rongga gigi, terkadang akan terasa nyeri jika ada sesuatu yang masuk ke dalamnya, hal ini terjadi karena di dalam rongga gigi terdapat saraf.
  • Akar gigi yang tertanam di dalam gusi

Makanan dihancurkan menjadi partikel yang lebih kecil agar mudah dicerna secara kimiawi dan mudah ditelan. Oleh karenanya, sebaiknya kita mengunyah makanan dengan benar, dan jangan terburu-buru agar makanan sudah benar-benar halus untuk dicerna lebih lanjut.

Berdasarkan bentuk dan fungsinya, gigi manusia dibedakan menjadi empat yaitu gigi seri (insisivus), gigi taring (kaninus), gigi geraham muka (premolar) dan geraham belakang (molar).

 

Gigi seri berbentuk pahat, berfungsi untuk menggigit atau memotong makanan. Gigi taring berbentuk runcing, berfungsi untuk merobek dan mengoyak makanan. Gigi geraham muka dan geraham belakang bentuk permukaan rata, berfungsi untuk menghaluskan makanan.

Manusia memiliki dua jenis pertumbuhan gigi. Pada usia balita, tumbuh gigi susu berjumlah 20. Gigi susu akan tanggal/copot pada usia 6–12 tahun, kemudian diganti dengan gigi tetap yang berjumlah 32. Perhatikan rumus susunan dan jumlah gigi susu dan gigi tetap di bawah ini.

 

 

 

b.    Lidah

Lidah merupakan organ pencernaan di dalam mulut yang sangat penting fungsinya. Selain sebagai alat bantu kita untuk berbicara dan bersuara, dalam pencernaan makanan lidah berfungsi untuk:

  • Alat pengecap
  • Membantu mengaduk makanan di dalam rongga mulut
  • Membantu membersihkan mulut
  • Membantu mendorong makanan dalam proses menelan makanan dari mulut ke kerongkongan

 

 

c.     Kelenjar Ludah

Setiap hari kelenjar ludah menghasilkan sekitar 1.600 cc air ludah yang mengandung air, garam-garam, urea, lendir, antibakteri (lisosim), enzim amilase (ptialin), dan lain-lain. Fungsi air ludah adalah untuk membasahi rongga mulut dan membasahi makanan, memudahkan menelan, membantu pencernaan secara kimiawi, serta sebagai pelindung selaput mulut dari panas, dingin, asam maupun basa. Kelenjar ludah akan menghasilkan lagi air ludah setelah air ludah ditelan. Jika tubuh kekurangan cairan, pengeluaran air ludah akan berkurang sehingga mulut terasa kering dan haus.

 

Pada rongga mulut bermuara tiga pasang saluran dari kelenjar ludah, yaitu:

  • Glandula parotis, di dekat telinga menghasilkan ludah yang berbentuk cair
  • Glandula submandibular atau kelenjar ludah bawah rahang atas
  • Glandula sublingual atau kelenjar ludah bawah lidah

 

 

2.  Kerongkongan (oesofagus)

Kerongkongan merupakan saluran penghubung antara mulut dengan lambung. Setelah melalui rongga mulut, makanan akan masuk ke dalam tekak (faring). Faring adalah saluran yang memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai ke permukaan kerongkongan (esofagus). Setelah melalui faring, makanan menuju esofagus. Esofagus adalah suatu organ berbentuk tabung lurus, berotot dan berdinding tebal yang memanjang menuju lambung.

Otot-otot polos dinding esophagus mendorong makanan menuju lambung dengan gerakan meremas-remas yang disebut sebagai gerak peristaltik. Antara faring dan esofagus terdapat daerah pertemuan antara saluran pernapasan dan saluran makanan. Untuk mencegah supaya makanan tidak masuk ke saluran pernapasan, pada pangkal faring terdapat lapisan penutup yang disebut epiglotis.

 

 

3.  Lambung (ventrikulus/gaster)

Setelah melalui esofagus, makanan masuk ke dalam lambung. Lambung terletak di bagian atas rongga perut sebelah kiri. Lambung merupakan tempat penampungan makanan untuk dicerna secara mekanik dan kimiawi. Lambung terdiri dari tiga bagian, yaitu kardiak (dekat esofagus), fundus (bagian tengah), dan pilorus (dekat duodenum).

Pencernaan di lambung berlangsung antara 2 – 6 jam, bergantung pada jenis makanannya. Pada umumnya lemak dicerna lebih lama di dalam lambung dibandingkan protein. Karbohidrat dan makanan yang bersifat cair umumnya lebih cepat meninggalkan lambung.

Lambung merupakan salah satu kelenjar pencernaan karena menghasilkan getah lambung yang bersifat asam karena mengandung: lendir atau musin, asam klorida (HCl), enzim, dan hormon gastrin yang berfungsi untuk merangsang sekresi getah lambung. Fungsi HCl adalah: menciptakan suasana asam, membunuh mikroorganisme berbahaya yang masuk bersama makanan, aktivator pepsinogen menjadi pepsin, merangsang membuka dan menutupnya katup lambung (sfinkter pylorus), dan merangsang sekresi getah usus.

Enzim-enzim yang dihasilkan oleh lambung antara lain: pepsin dan renin. Enzim pepsin berasal dari pepsinogen yang telah diubah oleh asam lambung. Pada dinding lambung terdapat lendir yang berfungsi melindungi lambung. Apabila jumlah lendir terlalu sedikit, atau asam lambung terlalu banyak, bisa terjadi luka pada dinding lambung. Enzim renin berfungsi untuk mencerna casein/susu.

Dinding lambung terdiri atas lapisan-lapisan otot yang tersusun memanjang, melingkar, dan menyerong. Akibat dari kontraksi otot tersebut makanan akan teraduk dengan baik sehingga tercampur merata dengan getah lambung, dan menyebabkan makanan di dalam lambung berbentuk seperti bubur yang disebut chyme.

 

4. Usus Halus (intestinum tenue)

Usus halus merupakan saluran pencernaan makanan yang paling panjang (± 8,5 meter). Pencernaan yang terjadi di dalam usus halus berlangsung secara kimiawi atau secara enzimatis. Makanan yang berbentuk bubur masuk ke usus halus bersifat asam karena mengandung HCl, sehingga merangsang sel-sel kelenjar usus untuk mengeluarkan getah usus.

Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu: usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum) dan usus penyerapan (ileum).

 

  1. Usus dua belas jari (duodenum), panjangnya ± 0, 25 m. Di dalam usus dua belas jari, makanan dicerna secara kimiawi. Pada dinding usus dua belas jari, terdapat satu lubang tempat bermuaranya dua saluran kelenjar pencernaan besar yaitu, hati dan pankreas.

 

 

Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar yang berfungsi menghasilkan cairan empedu berwarna hijau tua, dan terasa pahit. Empedu yang dihasilkan oleh hati dikumpulkan dalam suatu tempat yang umumnya disebut kantung empedu. Kantung empedu merupakan suatu tempat yang panjangnya ± 7 – 10 cm terletak di bawah hati. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan cairan empedu yang dihasilkan hati. Cairan empedu mengandung garam empedu dan zat warna empedu. Garam empedu berfungsi untuk mengemulsikan atau melarutkan lemak, sedangkan zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin) berfungsi memberikan warna kuning pada tinja dan urin.

Pankreas merupakan organ yang berbentuk agak pipih yang terletak di bawah lambung. Pankreas menghasilkan enzim tripsin, amilase, dan lipase. Enzim tripsin berfungsi merombak protein menjadi asam amino. Amilase mengubah amilum menjadi zat gula maltose, dan lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Empedu yang dihasilkan oleh hati, dan enzim-enzim yang dihasilkan pankreas akan disalurkan ke dalam usus dua belas jari.

  1. Usus kosong (jejunum), panjangnya ± 7 meter. Pada bagian dindingnya, menghasilkan berbagai enzim untuk mencerna makanan secara kimiawi. Usus kosong merupakan tempat pencernaan terakhir sebelum sari makanan diserap.
  2. Usus penyerapan (ileum), panjangnya ± 1 meter. Setelah melalui usus kosong, zat-zat makanan yang sudah dalam bentuk siap untuk diserap masuk ke dalam usus penyerapan. Permukaannya dipenuhi jonjot-jonjot usus atau vili (tunggal = vilus). Pada setiap jonjot usus terdapat tonjolan lagi yang lebih kecil, disebut mikrovilus. Adanya vilus dan mikrovilus menyebabkan permukaan usus penyerapan ini menjadi sangat luas. Molekul-molekul kecil hasil pencernaan makanan akhirnya diserap oleh sistem peredaran darah untuk disebarkan ke seluruh tubuh.

 

5.   Usus besar (intestinum crassum atau colon)

Bahan makanan yang sudah melalui usus halus akhirnya masuk ke dalam usus besar. Manusia memiliki panjang usus besar kurang lebih 1 meter yang terdiri atas dua bagian, yaitu usus tebal (colon) dan poros usus (rektum). Usus tebal dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu bagian yang naik, bagian mendatar, dan bagian menurun. Tepat pada bagian pertemuan antara usus halus dan usus besar atau pada bagian pangkal usus besar terdapat usus buntu (sekum). Pada usus buntu melekat umbai cacing (appendiks).

 

Fungsi utama usus besar adalah mengatur penyerapan air. Sejumlah besar air telah dikeluarkan ke dalam lambung dan usus halus oleh berbagai kelenjar pencernaan. Supaya tidak kehilangan banyak air maka air dalam usus besar harus diserap kembali ke dalam tubuh.

Bahan makanan yang sampai pada usus besar dapat dikatakan sebagai bahan sisa. Sisa tersebut terdiri dari sejumlah besar air, dan bahan makanan yang tidak dapat tercerna, misalnya selulosa. Makanan yang tidak berhasil dicerna, bersama-sama sel-sel epitel usus yang rusak, akan menuju ke usus besar atau kolon dan diubah menjadi tinja/faeces. Di usus besar, sisa-sisa makanan tersebut akan mengalami pembusukan menjadi faeces dengan bantuan bakteri pembusuk yang sangat membantu proses pencernaan yaitu bekteri Escherichia coli. Faeces atau kotoran yang terbentuk menjadi lunak dan mudah dikeluarkan. Namun jika terjadi gangguan dalam usus besar (misalnya makanan yang terlalu masam atau pedas) dapat mengakibatkan penyerapan air terganggu. Hal ini menyebabkan tinja yang keluar menjadi cair yang disebut diare.

Di dalam usus besar juga terjadi pembentukan vitamin K untuk proses pembekuan darah (juga dengan bantuan bakteri Escherichia coli). Akhir dari proses pencernaan adalah usus besar melakukan gerak peristaltik untuk mendorong tinja menuju anus.

 

6.   Anus

Bagian akhir usus besar adalah poros usus (rektum). Rektum bermuara di dubur (anus). Anus adalah jalan pembuangan sisa makanan yang tidak terpakai oleh tubuh beserta gas-gas yang berbau disebut tinja (faeces). Faeces dikeluarkan melalui lubang akhir dari saluran pencernaan yaitu anus.

 

3. Enzim-enzim pencernaan manusia

Kita telah mempelajari struktur, bagian-bagian, dan fungsi masing-masing organ pencernaan. Untuk selanjutnya kita akan mempelajari macam-macam enzim pencernaan yang dihasilkan oleh mulut, lambung, pankreas, dan usus halus. Bagian ini merupakan bagian pelengkap karena pada bagian sebelumnya, ada beberapa materi yang sudah dibahas. Materi dilengkapi dengan gambar-gambar, dan animasi kelenjar pencernaan penghasil enzim.

Enzim-enzim pencernaan dihasilkan oleh:

  1. Mulut

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, pada rongga mulut bermuara saluran yang berasal dari kelenjar ludah. Kelenjar ludah menghasilkan air ludah yang mengandung enzim ptialin/amilase. Enzim ptialin/amilase berfungsi mengubah zat tepung (amilum) menjadi glukosa. Karena kerja enzim inilah maka saat kita mengunyah nasi, yang awalnya terasa hambar lama kelamaan nasi akan terasa manis. Hal ini karena kandungan karbohidrat di dalam nasi diubah oleh enzim amilase menjadi zat gula. 

 

  1. Lambung

Enzim-enzim yang dihasilkan oleh lambung adalah pepsin, dan rennin. Pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil. Renin merupakan enzim khusus yang hanya terdapat pada mamalia, berperan mengubah kaseinogen menjadi kasein. Kasein digumpalkan oleh ion Ca2+ dari susu sehingga dapat dicerna oleh pepsin.

 

  1. Pankreas

Pankreas menghasilkan getah pankreas mengandung:

  • Enzim tripsinogen, akan diaktifkan menjadi tripsin oleh enterokinase, yang selanjutnya berfungsi untuk memecah pepton menjadi peptida dan asam-asam amino.
  • Enzim amilase pankreas (diastase), memecah amilum menjadi disakarida.
  • Enzim lipase pankreas (streapsin), memecah emulsi lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  • Natrium hidrokarbonat (NaHC03) untuk menciptakan lingkungan pH basa, sehingga ketiga enzim yang dihasilkan pankreas akan bekerja dengan baik.

 

  1. Usus halus

Usus halus menghaluskan getah usus yang mengandung hormon dan enzim, yaitu:

 

-  Hormon

  • Hormon sekretin: merangsang pankreas untuk mengeluarkan getah pankreas
  • Hormon kolesistokinin: merangsang kantong empedu untuk mengeluarkan getah empedu. Getah empedu berfungsi mengemulsikan lemak sehingga mudah dicerna oleh lipase menjadi asam lemak dan gliserol

 

-  Enzim

  • Enterokinase: aktivator tripsinogen menjadi tripsin dan erepsinogen menjadi erepsin
  • Erepsin: memecah peptida menjadi asam amino
  • Disakarase: memecah disakarida menjadi monosakarida. Ada tiga macam disakarase, yaitu:
    • Sukrase: memecah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa
    • Maltase: memecah maltosa menjadi 2 molekul glukosa
    • Laktase: memecah laktosa menjadi galaktosa dan glukosa

 

4. Proses pencernaan makanan

Sampailah kita pada bagian akhir dari kegiatan belajar ini, apakah kalian sudah lebih memahami tentang sistem pencernaan kita? Di bagian akhir ini akan dijelaskan tentang proses pencernaan makanan serta proses transportasi nutrisi hasil pencernaan.

Mencerna adalah memecah bahan makanan yang molekulnya berukuran besar menjadi molekul yang lebih kecil sehingga memungkinkan diserap oleh usus halus. Bahan makanan yang dicerna adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Air, vitamin, dan mineral tidak dicerna karena sudah berukuran kecil, sehingga langsung diserap oleh usus. Agar bisa diserap usus halus, karbohidrat dipecah menjadi glukosa (monosakarida), protein menjadi asam amino, dan lemak dipecah menjadi asam lemak dan gliserol.

 

Berikut ini adalah tabel ringkasan proses pencernaan pada manusia.

 

 

Mulut

Lambung

Usus halus

Jenis pencernaan

  • Mekanik
  • Kimiawi
  • Mekanik
  • Kimiawi
  • Kimiawi

pH (keasaman)

Netral (pH = 7)

Asam (pH < 7)
(pengaruh HCl)

Basa (pH > 7)
(pengaruh NaHCO3)

Bahan makanan yang dicerna

Karbohidrat saja

Protein saja

  • Karbohidrat
  • Lemak
  • Protein

Enzim

Ptialin

  • Pepsin
  • Renin
  • Amilase / diastase
  • Lipase / steapsin
  • Tripsin
  • Erepsin
  • Disakarase (sukrase, laktase, maltase)

Fungsi enzim

Ptialin memecah karbohidrat menjadi glukosa

  • Pepsin memecah protein menjadi pepton
  • Renin menggumpalkan kasein susu

 

  • Karbohidrat dipecah oleh amilase/diastease menjadi disakarida
  • Disakarida (sukrosa, maltosa, laktosa) dipecah oleh disakarase menjadi monosakarida (molekul glukosa) 
  • Lemak diubah menjadi emulsi lemak  oleh empedu
  • Emulsi lemak dipecah oleh lipase / steapsin menjadi asam lemak + gliserol
  • Tripsin memecah pepton menjadi peptida
  • Erepsin memecah peptida menjadi asam amino

Transportasi

Darah

Darah

Pembuluh limfe (chyll) / getah bening

 

 

 

Transportasi nutrisi hasil pencernaan

Terdapat dua cara pengangkutan nutrisi hasil pencernaan, yaitu melalui darah, dan melalui limfe (pembuluh chyll). Asam amino, glukosa, dan vitamin B, C (larut dalam air) diserap usus dan dibawa oleh darah melalui vena porta menuju hati (vena porta hepatica). Di hati kadar glukosa diatur dengan cara diubah menjadi glikogen oleh hormon insulin, kemudian dikirim ke jantung melalui vena hepatica untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Asam lemak, gliserol, dan vitamin A, D, E, K (larut dalam lemak) diserap usus dan diangkut melalui pembuluh chyll (pembuluh getah bening usus) lalu menuju ke vena di bawah tulang selangka (vena subklavia). Sedangkan garam empedu masuk ke dalam darah menuju hati untuk dibentuk lagi menjadi empedu.

Pada kolon (usus besar) terjadi pengaturan kadar air dari faeces serta terjadi pembusukan faeces dengan bantuan bakteri Eschreichia coli. Di dalam kolon, faeces terdorong sedikit demi sedikit oleh gerakan peristaltik mendekati rektum atau poros usus. Bila poros usus sudah penuh, timbul rangsangan untuk buang air besar (defekasi). Rangsangan ini disebut rangsangan gastrokolik.