Antigen Dan Antibodi


Pada materi ke-2 ini Anda akan mempelajari tentang antigen dan antibodi. Menurut pemahamanmu, bagaimana antibodi mengenali antigen yang masuk ke tubuh?

1. Antibodi dan antigen

Antigen adalah zat yang merangsang respon imunitas, terutama dalam menghasilkan antibodi. Permukaan bakteri dan virus mengandung banyak protein dan polisakarida yang bersifat antigen. Didalam antigen terdapat bagian yang dapat membangkitkan respon imunitas (menginduksi pembentukan antibodi) yang disebut epitop.

Antibodi merupakan protein plasma yang dihasilkan oleh sel B. Sel B merupakan perkembangan dari limfosit yang berdiferensiasi menjadi sel plasma, dan sel plasma itu yang memproduksi antibodi. Nama lain dari antibodi adalah immunoglobulin. Setelah antibodi berhasil mengalahkan antigen, antibodi akan memperbanyak diri. Sel hasil perbanyakan diri tersebut tidak akan berdiferensiasi dan disebut Sel Memori B. Sel inii berfungsi dalam respon imunitas sekunder (respon terhadap antigen yang sama di kemudian hari).

Untuk penggambaran lebih jelas mengenai struktur antibodi dan antigen, coba perhatikan animasi berikut:

Struktur Antibodi

Struktur Antigen

Terdapat beberapa macam immunoglobulin berdasarkan strukturnya, ada monomer, dimer dan pentamer.

Untuk lebih jelas coba perhatikan gambar ini :


Respon pertahanan tubuh melibatkan aktivasi sel B yang akan menghasilkan antibodi. Antigen yang masuk akan diikat oleh antibodi di bagian epitop. Epitop menentukan kecocokan antara antibodi dengan antigen. Antigen yang sudah diikat oleh antibodi akan diuraikan dan dibuang keluar tubuh bersama aliran darah.

Mari sama-sama kita perhatikan proses animasi mekanisme pengikatan antibodi dengan antigen berikut ini:

 

2. Respon Tubuh terhadap Antigen

Pada pemaparan antigen yang masuk kedalam tubuh pertama kali, akan direspon oleh sel makrofag yang berfungsi sebagai sel penyaji antigen. Makrofag akan memberikan antigen kepada sel T helper untuk di bentuk respon pertahanan tubuh terhadap antigen tersebut. Sel T helper akan mengaktivasi sel B dan sel T sitotoksik. Kedua proses aktivasi tersebut memiliki respon yang berbeda terhadap antigen tadi. Sel B sebagai kekebalan humoral akan menghasilkan antibodi dalam plasma darah dan limfa (ekstraseluler). Sel T sitotoksik akan melawan antigen secara intraseluler yaitu dengan melisiskan sel-sel yang sudah terinfeksi antigen.

Saat pengaktivasian sel B, sel tersebut memperbanyak diri dengan tujuan sebagian sel akan digunakan sebagai sel memori (respon imunitas sekunder) dan sebagian yang lain akan menyerang antigen. Sehingga pada pemaparan antigen yang sama pada waktu yang akan datang akan langsung direspon oleh sel B memori dan langsung memproduksi antibodi untuk melawan antigen tersebut.

Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan animasi respon tubuh humoral dan seluler terhadap antigen berikut ini.

Sumber gambar: https://www.youtube.com/watch?v=wYPlc6-nnzU