Pendahuluan

Kuis

Referensi

Tim


Dilihat: 4322
Diunduh: 705

 

Uraian

 

Pada submateri ini akan diuraikan tentang struktur teks eksplanasi kompleks dan ciri bahasa teks eksplanasi kompleks. Untuk itu, kegiatan yang pertama perlu Anda lakukan adalah mencermati atau membaca contoh teks Eksplanasi kompleks dengan saksama. Setelah itu, Anda akan menjelaskan pengertian teks eksplanasi kompleks, menentukan struktur teks eksplanasi kompleks, dan menentukan ciri bahasa teks eksplanasi kompleks melalui kegiatan bertanya.

Membaca

Cermati dan bacalah teks eksplanasi kompleks berikut dengan saksama.

Kalian pernah bermain air hujan, bukan?

 

Hujan tidak datang begitu saja, coba kalian jelaskan mengapa hujan bisa terjadi?


Coba saksikan video proses terjadinya hujan di samping.

 

Dapatkah Anda menjelaskan proses terjadinya hujan?

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

 

 

   
Siklus Hidrologi  
   
 
   

Jumlah air di alam ini tetap dan mengikuti suatu aliran yang dinamakan “siklus hidrologi”. Siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui evaporasi, kondensasi, dan presipitasi.


Akibat panas matahari, air di permukaan bumi berubah wujud menjadi gas/ uap dalam proses evaporasi. Evaporasi bisa terjadi melalui air (sungai, embung, reservoir, waduk, dan air laut) dan tanaman. Tanaman menyerap air melalui akar. Energi panas matahari menyebabkan air di dalam tanaman keluar dengan wujud uap. Proses pengambilan air oleh akar tanaman dan penguapan dari dalam tanaman disebut transpirasi.


Karena perbedaan temperatur di atmosfer, uap berubah menjadi air. Temperatur yang berada di bawah titik beku (freezing point) mengakibatkan kristal es terbentuk. Butir-butir air terjadi karena tetesan air kecil (tiny droplet) yang timbul akibat kondensasi berbenturan dengan tetesan air lainnya dan terbawa oleh gerakan udara. Adanya gravitasi menyebabkan butir-butir air itu turun ke bumi, yang disebut dengan hujan atau presipitasi. Jika temperatur udara turun sampai di bawah 0º Celcius, butiran air akan berubah menjadi salju.


Ketika sampai ke bumi, air hujan mengalir dan bergerak dari daerah yang tinggi ke daerah yang rendah. Aliran air ini disebut aliran permukaan tanah karena bergerak di atas muka tanah. Aliran ini akan memasuki daerah tangkapan atau daerah aliran menuju ke sistem jaringan sungai, sistem danau atau waduk. Dalam sistem sungai aliran mengalir mulai dari sistem sungai kecil ke sistem sungai yang besar dan akhirnya menuju mulut sungai atau sering disebut estuary, yaitu tempat bertemunya sungai dengan laut.


Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. -- Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013 untuk SMA/MAK Kelas XI Semester 2, hlm: 3

 
Setelah membaca contoh teks eksplanasi tersebut, Anda tentu banyak menemukan istilah yang berkaitan dengan proses terjadinya hujan (lihat yang bercetak miring). Nah, coba buka Kamus Istilah Geografi atau Kamus Besar Bahasa Indonesia dan temukanlah artinya.
 
Setelah mencermati gambar tersebut, apakah pendapat dan saran Anda?
 
Bacalah contoh teks eksplanasi di bawah ini
     
 

Tercatat sedikitnya 52 titik banjir tersebar seantero Jakarta. Beberapa kawasan terparah yang sempat tergenang air berada di kawasan Kelapa Gading, Mangga Dua, dan Grogol. Di Grogol, titik terparah banjir berada di Jalan S. Parman depan Universitas Trisakti dan Universitas Tarumanagara. Ketinggian air di kawasan tersebut sempat mencapai 60 cm. Di Kelapa Gading, ketinggian banjir hingga mencapai 80 cm menghambat akses masuk ke beberapa tempat di kawasan tersebut. Di Mangga Dua, banjir setinggi 40 cm memenuhi Jalan Mangga Dua Raya, Jakarta Utara. Sejumlah pusat perbelanjaan yang berada di sepanjang jalan tersebut tutup. Genangan air juga membanjiri kawasan Jalan Medan Merdeka yang melingkupi kompleks Istana Negara dan Balai Kota DKI Jakarta.


Akibat banjir, beberapa perjalanan KA Commuter Jabodetabek terhambat karena genangan air yang melanda Stasiun Jakarta Kota, Sudirman, dan Kampung Bandan. Banjir tersebut juga membuat delapan koridor Transjakarta berhenti beroperasi sementara. Untuk mengantisipasi sengatan aliran listrik karena banjir, Perusahaan Listrik Negara melakukan pemadaman sedikitnya 469 gardu listrik di beberapa wilayah barat Jakarta dan Kota Tangerang. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta Sarman Simanjorang menaksir kerugian akibat banjir tahun 2015 sebesar Rp1,5 triliun rupiah.

 
     
 

Anda tentu telah membaca teks tersebut. Dapatkah Anda menentukan struktur teksnya?

Paragraf pertama menjelaskan titik banjir di Jakarta. Paragraf kedua menjelaskan akibat dari banjir.

 

Nah, paragraf pertama merupakan pernyataan umum dan paragraf kedua menyatakan akibat. Beginilah urutan struktur teks eksplanasi yakni ada pernyataan umum dan ada sebab aikbatnya.

 
Perhatikan teks eksplanasi kompleks tentang Siklus Hidrologi berikut,
     
  Karena perbedaan temperatur di atmosfer, uap berubah menjadi air. Temperatur yang berada di bawah titik beku (freezing point) mengakibatkan kristal es terbentuk. Butir-butir air terjadi karena tetesan air kecil (tiny droplet) yang timbul akibat kondensasi berbenturan dengan tetesan air lainnya dan terbawa oleh gerakan udara. Adanya gravitasi menyebabkan butir-butir air itu turun ke bumi, yang disebut dengan hujan atau presipitasi. Jika temperatur udara turun sampai di bawah 0º Celcius, butiran air akan berubah menjadi salju.  
  Jumlah air di alam ini tetap dan mengikuti suatu aliran yang dinamakan “siklus hidrologi”. Siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui evaporasi, kondensasi, dan presipitasi.  
  Ketika sampai ke bumi, air hujan mengalir dan bergerak dari daerah yang tinggi ke daerah yang rendah. Aliran air ini disebut aliran permukaan tanah karena bergerak di atas muka tanah. Aliran ini akan memasuki daerah tangkapan atau daerah aliran menuju ke sistem jaringan sungai, sistem danau atau waduk. Dalam sistem sungai aliran mengalir mulai dari sistem sungai kecil ke sistem sungai yang besar dan akhirnya menuju mulut sungai atau sering disebut estuary, yaitu tempat bertemunya sungai dengan laut.  
  Akibat panas matahari, air di permukaan bumi berubah wujud menjadi gas/ uap dalam proses evaporasi. Evaporasi bisa terjadi melalui air (sungai, embung, reservoir, waduk, dan air laut) dan tanaman. Tanaman menyerap air melalui akar. Energi panas matahari menyebabkan air di dalam tanaman keluar dengan wujud uap. Proses pengambilan air oleh akar tanaman dan penguapan dari dalam tanaman disebut transpirasi.  
     
 

Setelah membaca teks eksplanasi diatas, Coba sekarang kalian cari paragraf strukturnya, dengan cara isi kotak berikut!

untuk mengetahui kunci jawabannya klik tombol paragraf strukturnya (pernyataan umum,urutan sebab akibat 1, urutan sebab akibat 2, urutan sebab akibat 3) klik sekali lagi untuk menutup kuncinya.

 
1.

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

 
2.

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

 
3.

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

 
4.

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

 
 
Anda tentu telah membaca contoh teks eksplanasi kompleks yang berjudul Siklus Hidrologi. Dan tentunya anda akan bertanya apakah yang dimaksud dengan teks eksplanasi kompleks? Bagaimana struktur teks eksplanasi kompleks? Bagaimanakah ciri bahasa teks eksplanasi kompleks?
Adapun pengertian teks eksplanasi kompleks dapat Anda cerma pada kolom berikut.
 
     
  Eksplanasi berasal dari bahasa asing (Inggris) yang berarti tindakan menerangkan atau menjelaskan dan keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan (The Contemporary English-Indonesian Dictionary: 651). Pengertian Teks Eksplanasi (Explanation Text) adalah sebuah teks yang berisi tentang proses-proses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya.  
     

 

Bagaimana sudah jelas, bukan! Sedangkan struktur teks eksplanasi kompleks dapat Anda perhatikan pada bagan sebagai berikut.

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

 
Keterangan teks
Mari kita uraikan teks eksplanasi yang berjudul “Siklus Hidrologi” tersebut menurut struktur teksnya. Struktur teks itu merupakan gambaran cara teks tersebut dibangun. Kalian dapat mengamati bahwa teks eksplanasi disusun dengan struktur teks pernyataan umum (pembukaan) diikuti oleh urutan sebab-akibat.
 

Tahap pernyataan umum merupakan pembuka tentang hal yang akan dijelaskan. Pada tahap pembukaan disampaikan bahwa sirkulasi air dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer dapat dijelaskan melalui proses evaporasi, kondensasi, dan presipitasi. Kriteria tersebut digunakan untuk menjabarkan lebih lanjut tentang bagaimana sirkulasi air di bumi terjadi. Amatilah bagan berikut yang menjelaskan secara singkat bangunan teks eksplanasi yang berjudul “Siklus Hidrologi”.

Berdasarkan teks yang telah Anda cermati dan baca tersebut, marilah kita lengkapi data struktur teks berikut.

 
Struktur Teks
Perhatikan tabel yang memperlihatkan hubungan antara struktur teks “Siklus Hidrologi” dan peristiwa yang terjadi berikut ini!
 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013 untuk SMA/MAK Kelas XI Semester 2, hlm: 6

 
Perhatikan pula contoh teks eksplanasi berikut tentang Tsunami.
 
Apabila ada kata tsunami, apakah yang terpikir dalam benak Anda? Bacalah contoh teks eksplanasi berikut hasil karangan teman Anda.
 

Tsunami

 

Tsunami adalah istilah yang berasal dari bahasa Jepang, terdiri dari dua kata“tsu” dan “nami”, yang masing-masing berarti “pelabuhan” dan “gelombang”. Sedangkan, ilmuwan mengartikannya sebagai “gelombang pasang” (tidal wave) atau gelombang laut akibat gempa (seismic sea waves). Tsunami adalah gelombang laut besar yang datang dengan cepat dan tiba-tiba menerjang kawasan pantai. Gelombang tersebut terbentuk akibat dari aktvitas gempa atau gunung merapi yang meletus di bawah laut. Besarnya gelombang tsunami menyebabkan banjir dan kerusakan ketika menghantam daratan pantai.

 

Pembentukan tsunami terjadi saat dasar laut permukaannya naik turun di sepanjang patahan selama gempa berlangsung. Patahan tersebut mengakibatkan terganggunya keseimbangan air laut. Patahan yang besar akan menghasilkan tenaga gelombang yang besar pula. Beberapa saat setelah terjadi gempa, air lalu surut. Setelah surut, air laut kembali ke arah daratan dalam bentuk gelombang besar. Selain itu, pembentukan tsunami juga disebabkan oleh letusan gunung merapi di dasar lautan. Letusan tersebut menyebabkan tingginya pergerakan air laut atau perairan disekitarnya. Semakin besar tsunami, makin besar pula banjir atau kerusakan yang terjadi saat menghantam pantai.

 

Kecepatan gelombang tsunami lebih besar dari gelombang normal pada umumnya, yakni dapat melaju hingga 700 Km/Jam, hampir setara dengan laju pesawat terbang. Kecepatan tersebut akan menurun saat gelombang tsunami memasuki lautan dangkal, tetapi tinggi gelombang justru semakin bertambah. Tinggi gelombang tsunami umumnya 50 sampai 100 meter dan menyebar ke segala arah. Selain itu, ketinggian gelombang tsunami dipengaruhi juga oleh bentuk pantai dan kedalamannya. Gempa bumi di dasar lautan sangat berpotensi untuk menciptakan tsunami yang berbahaya bagi manusia.

 

Tsunami memang telah menjadi salah satu bencana yang menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan terbesar terjadi saat tsunami tersebut menghantam permukiman penduduk sehingga menyeret apa saja yang dilaluinya. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi bencana ini. Namun, kita tidak perlu terlalu khawatir karena tidak semua tsunami membentuk gelombang besar. Selain itu, tidak semua letusan gunung merapi atau gempa yang terjadi diikuti dengan tsunami.

 

(sumber: www.ilmusiana.com/2015/05/3-contoh-karangan-teks-eksplanasi.html)

 
Teks Tsunami tersebut terdiri dari empat paragraf. Dapatkah Anda menentukan struktur teksnya? Coba Anda cermati paragraf pertama, isi dari paragraf tersebut menjelaskan tentang pengertian Tsunami. Hal ini menunjukkan struktur teks eksplanasi bagian pernyataan umum. Coba Anda diskusikan dengan teman, struktur paragraf kedua sampai dengan keempat.
 

Ciri Bahasa Teks Eksplanasi Kompleks

1. Menggunakan konjungsi hubungan sebab-akibat yang dinyatakan dengan kategori nomina
  seperti: akibat, akibatnya, sebagai akibat, jadi, hasilnya. sebab, karena, dan ketika. Misalnya, Akibat panas matahari, air di permukaan bumi berubah wujud menjadi gas/uap dalam proses evaporasi.
2. Menggunakan kata kategori verba
  seperti menyebabkan, menimbulkan, mengakibatkan, membuat, menjadikan, dan menyumbang. Misalnya, Temperatur yang berada di bawah titik beku (freezing point) mengakibatkan kristal es terbentuk.
3. Menggunakan kata kerja material dan relasional.
  Kata kerja material menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa. Misalnya, Akibat panas matahari, air di permukaan bumi berubah wujud menjadi gas/uap dalam proses evaporasi. Kata kerja relasional menunjukkan hubungan sebab-akibat. Misalnya, Akibat panas matahari, air di permukaan bumi berubah wujud menjadi gas/uap dalam proses evaporasi.
4. Menggunakan konjungsi eksternal,
  yakni konjungsi yang menghubungkan dua peristiwa, deskripsi benda, atau kualitas di dalam klausa kompleks atau antara dua klausa simpleks. Misalnya, konjungsi Klausa kompleks adalah klausa yang terdiri atas lebih dari satu aksi, peristiwa, atau keadaan sehingga mempunyai lebih dari satu verba utama dalam lebih dari satu struktur. Misalnya, Akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi yang berakibat sedimentasi masuk ke sungai sehingga daya tampung sungai berkurang.
5. Menggunakan klausa simpleks
 

yakni klausa yang terdiri atas satu verba utama yang menggambarkan aksi, peristiwa, atau keadaan. Klausa simpleks hanya mengandung satu struktur: subjek^predikator^(pelengkap)^(keterangan).

Misalnya, Tanaman menyerap air melalui akar.

 

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

     
     
   

Dalam kegiatan ini, Anda dapat membentuk kelompok, berdiskusi dengan teman untuk menyelesaikan latihan membaca atau menyimak latihan terkait dengan menentukan struktur dan ciri bahasa teks eksplanasi kompleks.

 

Anda cermati cuplikan video tentang banjir. Melalui tayangan video ini berarti Anda dapat mengembangkan keterampilan menyimak.

 
Banjir
Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir terjadi karena sebab alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.
 

Penyebab Alami Banjir

 

Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar. Apabila kondisi tanahnya relatif tetap, air yang meresap ke dalam tanah akan relatif tetap. Faktor penutup lahan vegetasi cukup signifikan dalam pengurangan atau peningkatan aliran permukaan. Hutan yang lebat mempunyai tingkat penutup lahan yang tinggi sehingga apabila hujan turun ke wilayah hutan tersebut, faktor penutup lahan ini akan memperlambat kecepatan aliran permukaan.

 

Curah hujan yang sangat lebat mempunyai tetes hujan besar. Karena tetes hujan berukuran besar, pori-pori permukaan tanah akan tertutup sehingga infiltrasi air hujan sangat kecil. Sebaliknya, limpasan air hujan menjadi sangat besar.

 

Fisiografi atau geografi fisik sungai seperti bentuk, fungsi, dan kemiringan daerah aliran sungai (DAS), kemiringan sungai, geometrik hidrolik (bentuk penampang), dan lokasi sungai merupakan penyebab banjir dari segi fisiografi.

 

Pengurangan kapasitas aliran banjir pada sungai disebabkan oleh pengendapan yang berasal dari erosi DAS dan erosi tanggul sungai yang berlebihan dan sedimentasi di sungai itu karena tidak adanya vegetasi penutup dan adanya penggunaan lahan yang tidak tepat.

Akibat adanya peningkatan jumlah penduduk, kebutuhan infrastruktur, terutama permukiman akan meningkat, sehingga mengubah sifat dan karakteristik tata guna lahan. Kecenderungan kapasitas saluran drainase menurun sehingga menyebabkan aliran permukaan meningkat. Drainase perkotaan dan pengembangan pertanian pada daerah banjir akan mengurangi kemampuan bantaran dalam menampung debit air yang tinggi.

 

Air pasang memperlambat aliran sungai ke laut. Pada waktu terjadi banjir bersamaan dengan air pasang tinggi, tinggi genangan air atau banjir menjadi besar karena terjadi aliran balik.

 

Penyebab Banjir karena Faktor Sosial

 

Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.

 

Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang.

 

 

Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan.

 

Pemeliharaan kurang memadai pada bangunan pengendali banjir dapat menimbulkan kerusakan dan akhirnya tidak berfungsi dapat meningkatkan kuantitas banjir.

 

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013 untuk SMA/MAK Kelas XI Semester 2, hlm: 16

 

Setelah Anda membaca teks tersebut, buatlah klasifikasi penyebab terjadinya banjir dengan cara melengkapi diagram berikut.

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player