[e-dukasi.net] Tips Merawat Aglaonema

Pengetahuan Populer » »

Pengantar

Aglaonema termasuk jenis tanaman hias dari suku talas-talasan atau tergolong tanaman famili araceae yang berasal dari Asia Tropika. Di Indonesia tanaman hias ini dapat tumbuh dengan baik. Menurut dokumentasi yang ada di Pusat konservasi Kebun Raya – LIPI Bogor, aglaonema telah ditanam di Kebun Raya ini sejak tahun 1920, yaitu jenis Aglaonema novoguineense Engl., Aglaonema pictum (Robx.), Kunth dan Aglaonema simplex BL.

Aglaonema memiliki daun indah dengan ciri khas daun berbentuk lonjong; ada yang seperti tombak, bulat, dan bahkan seperti jantung, berwarna, dan motif beragam. Keindahan daun itulah yang menyebabkan pecinta tanaman hias menyukai dan memburunya sebagai penghias ruangan. Tanaman ini tahan disimpan dalam ruangan ber AC dan mampu berbulan-bulan tidak layu bahkan sampai tahunan daun tetap segar asalkan perawatannya intensif. Disamping kecantikan daunnya, tanaman dari keluarga Araceae ini mudah perawatannya dan dapat dipelihara dimana saja, baik sebagai tanaman indoor maupun outdoor.

Pertumbuhan

Aglaonema mempunyai jenis yang beragam. Perbedaan antar jenis dapat dilihat pada perbedaan bentuk, warna dan motif daun, dengan ciri keindahan yang berbeda-beda. Berikut diuraikan jenis-jenis aglaonema.

 

AGLAONEMA LOKAL

Merupakan tanaman khas peninggalan nenek moyang yang sudah dipelihara di Indonesia. Sebaran tumbuh atau habitatnya terdapat di seluruh nusantara. Jenis aglaonema lokal adalah tanaman yang masih asli, dan belum ada campur tangan manusia dalam perkembang biakan tanamannya. Jenis aglaonema lokal, diantaranya adalah:

Aglaonema commutatum

Aglaonema rotundum

Aglaonema hospitum variegatum

Aglaonema commutatum Treubii”, bentuk tanamannya ramping. Daun berbentuk seperti ujung tombak dan keras.Warna daun hijau kebiruan dengan corak yang indah berwarna abu-abu keperakan. Tangkai daunnya bercorak seperti marmer. Habitat jenis ini, tumbuh secara liar di hutan.

Aglaonema rotundum, bentuk daun bulat telur dan lebar, tebal dan kaku, panjang 10-15 cm. Warna daun hijau metalik mengkilap hingga warna tembaga denngan gurata tulang daun berwarna merah muda.Habitatnya tumbuh tersebar di Sumatera.

Aglaonema hospitum variegatum, ciri-ciri jenis ini adalah daunnya penuh dengan warna hijau tua, disertai dengan bercak-bercak putih.

 

AGLAONEMA HIBRIDA

Seiring dengan perkembangan minat pecinta tanaman hias, tumbuh aglaonema jenis-jenis baru (hibrida) dengan penampilan yang indah dan cantik sesuai dengan trend aglaonema. Aglaonema hibrida ini merupakan hasil persilangan antara bunga jantan dan betina untuk menciptakan jenis-jenis baru.

Persilangan : proses pembuahan dari bunga jantan dan betina. Dengan cara mengoleskan serbuk sari yang matang ke beberapa bunga betina atau putik sebelum kelopak bunga terbuka penuh.

Adapun jenis aglaonema hibrida, diantaranya adalah:

 

Aglaonema costatum daunnya berbentuk bulat telur,lebar serta kaku. Disebut pula “Spotted evergreen” karena warna daunnya hijau tua mengkilap dan berbintik-bintik putih. Tulang daunnya juga berwarna putih.

Aglaonema crispum Aglaonema ini berukuran besar, tinggi mencapai 95 cm, daun lebar dan indah dengan panjang sekitar 40 cm dan lebar 18 cm. Hampir keseluruhan daun berwarna putih mendekati abu-abu. Hanya tulang daun dan tepi daun yang berwarna hijau.

Pride of Sumatera merupakan jenis silangan aglaonema lokal dengan hasil warna daun hijau dengan guratan warna merah dan kuning.

Snow white adalah jenis aglaonema hybrid, daun hijau dipenuhi bintik putih padat, bentuk oval-lonjong.

Aglaonema widuri merupakan jenis hibrida  tanaman hasil persilangan yang merupakan penggabungan sifat dari kedua induknya. Dihasilkan turunan yang beragam tampilan daun mulai dari karakter dan corak warna didominasi merah dan sedikit hijau.

 

AGLAONEMA MUTASI

Aglaonema mutasi, merupakan proses pertumbuhan yang menyimpang dalam siklus hidup tanaman dan berakibat pada bentuk daunnya yang unik, serta tampilan corak warna yang menarik. Banyak faktor yang mempengaruhinya, baik secara genetik ataupun kondisi lingkungan. Proses penyimpangan ini sangat langka terjadi, karena perubahannya secara alami. Aglaonema mutasi ini oleh pecinta tanaman hias sangat diharapkan kehadirannya, selain indah juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

     

 

Pride of Sumatera mutasi, permukaan daun sedikit kurang cerah. Kombinasi warna yang bagus terletak dibagian belakang daun, serta tekstur daun bergelombang yang membuat uniknya jenis Pride of Sumatera ini.

Media Tanam

MEDIA TANAM AGLAONEMA :

PAKIS dan SEKAM

Media tanam merupakan hal terpenting bagi tanaman. Tanpa media tanam, sebuah tanaman tidak akan tumbuh dan berkembang. Beragamnya pemakaian media tanam yang digunakan oleh pecinta aglaonema, menjadi alternatif pilihan dalam menentukan macam dan ukuran media yang tepat digunakan untuk penanamannya. Pada dasarnya, tidak ada media tanam yang standard digunakan untuk aglaonema, yang terpenting harus bersifat porous dan menyimpan air. Hal ini terkait dengan akar aglaonema yang bersifat semu dan membutuhkan air, sehingga media tanam yang bisa menyimpan air sangat cocok untuk tanaman ini.

Berdasarkan pengalaman pecinta tanaman, mereka menetapkan ukuran khusus untuk menjadi pilihan yang tepat dalam penanaman aglaonema. Komposisinya adalah perbandingan 7 bagian pakis: 2 bagian sekam bakar :1 bagian humus, yang masing-masing komponen memiliki keistimewaan dan manfaat yang berbeda.

Pakis, mempunyai sifat porous dan mengalirkan air dengan sempurna. Sangat baik untuk mengikat akar tanaman.

Sekam bakar, berguna untuk merangsang pertumbuhan akar.Apabila sekam menjadi lapuk terdapat kandungan vitamin B1 yang berfungsi untuk menguatkan batang tanaman.

Humus, merupakan sumber nutrisi yang baik untuk suplai makanan dan proses fotosintesis. 

Perawatan

MENGOPTIMALKAN CAHAYA

Permasalahan lahan dalam perawatan aglaonema di perkotaan, memang selalu memusingkan. Mengingat jarak antar rumah yang satu dengan lainnya berdekatan. Akibatnya tidak ada lahan untuk merawat tanaman. Ada cara untuk mengatasi masalah tersebut, asalkan ada cahaya pagi yang masuk, bisa dimanfaatkan untuk perawatan aglaonema. Agar diperoleh daun yang indah perlu diperhatikan penempatan tanaman supaya tidak langsung kena sinar matahari.


KEBUTUHAN NUTRISI

Kebutuhan nutrisi tanaman akan dapat terpenuhi apabila unsur makro yang dibutuhkan cukup. Pemenuhan nutrisi tersebut berpengaruh pada tampilan aglaonema, seperti karakter warna daun. Unsur makro yang diperlukan aglaonema, adalah adanya unsur N (Nitrogen), P (Fosfor), dan K (Kalium).

Nitrogen (N)
Manfaat: sebagai pertumbuhan cabang, daun, dan untuk proses pembentukan hijau daun (klorophil) selama fotosintesis, juga pembentukan protein.
Gejala tanaman  kekurangan N: Warna daun pucat dan tanaman tumbuh lambat

Fosfor (P)
Manfaat: membantu pertumbuhan akar dan sebagai dasar protein tanaman.
Gejala tanaman kekurangan P: tanaman kerdil dan pertumbuhan akar tidak baik

Kalium (K)
Manfaat: memperkuat jaringan tanaman serta membentuk anti body yang berguna melawan penyakit dan kekeringan.
Gejala tanaman kekurangan K: ukuran tanaman lebih kecil dari ukuran normal, serta timbul bercak-bercak pada daun tua.

 

MENJAGA KELEMBABAN DAN SUHU IDEAL

Penerapan media tanam yang tepat haruslah memenuhi unsur pH ( derajat keasaman media tanam) dan porositas yang memadai. pH berperanan penting dalam ketersediaan unsur hara dan kemampuan akar menyerap nutrisi.Derajat keasaman yang ideal berkisar pada pH 6,5 – 7. Keasaman media tanam dapat ditanggulangi dengan pemberian kapur penetral keasaman media.

Suhu dan kelembaban adalah dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam hal perawatan aglaonema. Menurut pakar
aglaonema Indonesia ”Gregorius Garnadi Hambali” bahwa batu bata merah bermanfaat untuk menjaga kelembaban dan suhu bagi pertumbuhan aglaonema.

Cara pemakaiannya adalah: Batu bata utuh ditata rapi, yang sekaligus juga berfungsi sebagai alas pot tanaman. Sehingga apabila dilakukan peryiraman pada tanaman, air yang terserap media tanaman sebagian mengalir melalui lobang pot dan terserap serta tersimpan oleh batu bata, membuat suhu dan kelembaban di sekitar tanaman terjaga. Sekaligus menghindari air yang berlebih pada saat penyiraman. Penggunaan cara ini juga aman untuk menjaga kesehatan tanaman, karena minimnya air yang menggenang, membuat siklus pertumbuhan jamur, bakteri, dan penyakit jadi berkurang. Berikut ditampilkan gambar cara penataan batu bata.

Bata merah sebagai alas pot tanaman

 

TIPS PERAWATAN TANAMAN

Perawatan tanaman aglaonema, dipandang perlu memperhatikan:

  • Faktor cahaya, tidak membutuhkan sinar matahari langsung.
  • Penyiraman, dilakukan dengan sempurna, karena tanaman memerlukan kelembaban cukup. Penyiraman dilakukan 2x sehari (pagi dan sore)
  • Faktor temperatur,diperlukan 24˚C-29˚C untuk siang hari dan malam hari 18˚C-21˚C. Namun demikian tanaman aglaonema sangat mudah menyesuaikan dengan suhu yang ada
  • Pemupukan, diperlukan pupuk yang membentuk kesuburan daun dengan harapan diperoleh daun yang indah. Dalam hal ini adalah pupuk yang mempunyai kandungan unsur N tinggi, yaitu pupuk urea (NPK).
Anjuran pemakaian pupuk yang baik adalah pupuk non organik, karena kalau menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos untuk nutrisi tanaman akan memperbanyak produksi jamur, bakteri, dan virus yang mengancam kelangsungan hidup aglaonema. Hal ini dikarenakan pupuk yang melalui proses pembusukan, menyebabkan media tanam menjadi lembab sehingga berpotensi untuk tumbuh parasit yang merugikan tanaman.  

Seni Mempercantik

MENATA KEKOMPAKAN DAUN AGLAONEMA

Aglaonema merupakan tanaman hias yang relatif mudah diperbanyak melalui rumpun anakan, asalkan dengan perawatan yang benar. Umumnya tumbuh tunas/anakan setelah berdaun 10-15 lembar. Aglaonema yang berpenampilan kompak, biasanya daun rimbun dan beraturan dari bawah ke atas dan ke samping, warna daun bersinar (tidak kusam), daun tebal dan lebar.  

Aglaonema Daun Kompak

 

TIPS CARA PEMISAHAN RUMPUN AGLAONEMA

Tahapan cara pemisahan rumpun aglaonema, agar tumbuh baik dan bagaimana mengatasi  resiko stress daun, adalah:
1. Pilih anakan;
2. Anakan dibersihkan dengan air;
3. Potong anakan yang akan dipisah;
4. Olesi bagian yang dipotong dengan fungisida  perangsang akar;
5. Ditanam pada media tanam yang sudah disiapkan.

Gambar proses pemisahan rumpun aglaonema

 

TIPS CARA PERBANYAKAN TANAMAN DENGAN MATA TUNAS

Tahapan perbanyakan dengan mencacah mata tunas, adalah:

1. Meletakkan miring akar, tunas dan batang;
2. Upayakan agar batang yang ada mata tunas tidak tertutup media tanam terlalu banyak.

Gambar tahapan perbanyakan tanaman dengan mata tunas

Keunikan Tanaman

Keunikan tanaman aglaonema terletak pada keberagaman corak dan warna daunnya, bahkan saat ini banyak bermunculan jenis baru hasil persilangan. Berikut akan ditampilkan gambar mulai dari corak, warna, perbedaan serat daun, dan jenis daun mutasi yang unik.


Pride of Sumatra

 


Siam Pearl

 


Widuri Mutasi

Widuri Mutasi

Kesimpulan

Aglaonema atau yang dikenal oleh masyarakat kita dengan sebutan sri rejeki, merupakan tanaman berdaun indah yang mempunyai ciri khas daun berbentuk lonjong; menyerupai tombak, bulat, dan bahkan seperti jantung, serta warna; dan motifnya beragam. Jenis aglaonema ini banyak sekali baik yang lokal, hibrida maupun mutasi dengan corak warna dan keindahan yang berbeda-beda. Jenis hibrida pride of sumatera, merupakan trend aglaonema terpopuler baik di dalam maupun luar negeri. Perawatan tanaman ini, perlu memperhatikan:

  1. Media tanam.
    Komposisi bahan yang dianjurkan adalah 7 bagian pakis, 2 bagian sekam, dan 1 bagian humus, dengan masing-masing memiliki keistimewaan dan manfaat yang berbeda;
  2. Perawatan tanaman perlu memperhatikan:
    - Faktor cahaya, tidak membutuhkan sinar matahari langsung.
    - Penyiraman, dilakukan dengan sempurna, pemakaian air tidak berlebihan untuk menjaga kelembaban
  3. Nutrisi tanaman.
    Unsur N (nitrogen) sangat penting untuk pertumbuhan daun, karena fungsinya sebagai sintesa pembentukan protein dan merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Adapun untuk memudahkan dalam perbanyakan tanaman, disajikan juga cara perbanyakan tanaman melalui cara pemisahan rumpun aglaonema dan perbanyakan dengan mencacah mata tunas.

Daftar Pustaka

aglaonema.indonetwork.or.id

aglonemaonline.wordpress.com

Agribisnis, 769 (maret) 2008. Hal 17

Agro Bunga, 12 (2). 2008.Hal. 5

Agro Bunga, 12 (2). 2008.Hal. 27

Agro Bunga, 13 (3) 2008. Hal 27

Agrotrend, 24 (Maret ) 2008. Hal 20

Bpo..bloger.com

faikao.com

Gallery,11 (1). 2008. Hal. 11

Gallery,13 (2). 2008. Hal.5

Gallery,13 (2). 2008. Hal.10

Gallery, 14 ( februari). 2008. hal 10

http://gardeningshortcuts.blogspot.com

http://toptropicals.com

www.asiaticanursery.com

www.myfsn.com/images

T. Setyo Salindra Putri; Tjondro Sulistiorini. 1990. aglaonema. Jakarta: Penebar Swadaya. 93 hal.

Tim


Tim Pengembang untuk materi Tips Merawat Aglaonema

       
 
Penulis
: Ir. Minta Rachmawati
 
Pengkaji Media
: Uwes A. Chaeruman, M.Pd
 
Pengkaji Materi
: Ir. Endang S.R.R. M. Hum
       
  Pemimpin Tim : Andi Sulistiyono, S.Kom
 
Pemrogram
: Hardianto, S.Kom
 
Desain Grafis
: Yane Hendarrita, A.Md